JOGJA – Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNas) Jogjakarta telah meluluskan alumni-alumninya yang tersebar di penjuru tanah air dan luar negeri. Di antara lulusan salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) favorit di kota ini adalah Prof Dr Anton Satria Prabuwono.

Anton yang lahir di Brebes, Jawa Tengah, 12 Desember 1973 itu kini tercatat sebagai pengajar di Fakultas Komputer & Teknologi Informasi, King Abdulaziz University, Arab Saudi. Sukses Anton menjadi profesor di sebuah perguruan tinggi di negara Timur Tengah itu tidak dilalui dengan mudah. Banyak jalan berliku.

Ketua STTNas Ircham menyebutkan, Anton adalah lulusan jurusan Teknik Elektro tahun 1994. Saat itu, ia menjadin lulusan terbaik dan tercepat. Selain di Universitas King Abdulaziz, ia kini juga menjadi guru besar di salah satu kampus di Malaysia dan beberapa kampus dalam negeri lainnya.

“Pengalaman Anton yang telah melanglang buana ini, diharapkan bisa memotivasi mahasiswa STTNas untuk mengembangkan diri. Harus semangat dalam belajar dan mengembangkan ilmunya, sehingga meraih sukses di tempat kerjanya,” ujar Ircham.

Anton menempuh pendidikan dari SD hingga SMA di Brebes. Masa kecil ia sudah hobi elektrionika, sehingga ia juga memulai usaha kecil-kecilan agar bisa membeli komponen. Orang tuanya menyediakan ruang kecil yang dijadikan lab elektronika sebagai tempat eksperimen dan menyimpan barang.

Kemudian kelas 1 sampai 3 SMA, ia bekerja sebagai teknisi di toko elektronik, agar gajinya bisa untuk membeli buku dan menyalurkan hobinya. Tamat SMA, ia merantau untuk kuliah dan bekerja di beberapa kota besar, sebelum akhirnya kuliah di STTNas dan lulus terbaik.

Lulus dari STTNas, ia meneruskan di Unpad, serta ambil Magister Manajemen di Uhamka. Selain itu untuk MSc di UEL dan Ph.D diraihnya di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Anton juga sempat menempuh doktor teknik elektronika di National Chiao Tung University Taiwan.

Berbagai penghargaan diterima Anton, antara lain, sebagai Penulis dan Peneliti Terbaik UTeM. Meskipun sudah mengajar dan aktif dalam riset, Anton masih berpikir belajar kembali dan mengambil doktor dalam bidang robotik. Tahun 2008 ini ia diterima program Doctorado en Ingenieria di Universidad Carlos III de Madrid dengan skema profesores ayudantes (teaching assistant). (sce/a1/laz/mg1)