SLEMAN – Pembangunan Jogjakarta Outer Ring Road (JORR) merupakan sebuah keniscayaan. Tujuannya memperlancar lalu lintas dan mengurangi kepadatan kendaraan yang masuk ke DIJ. Hingga kemarin pemerintah masih melakukan kajian JORR.

Kasubid Pertanahan dan Penataan Ruang Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda) Sleman Dona Saputra Ginting mengatakan pembangunan JORR masih tahap penentuan trase jalan. “Belum ada pertemuan koordinasi lanjut,’’ kata Dona.

Memang JORR diperlukan. ‘’Namun baru sampai proses Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (PK RTRW) dari trase yang sudah ada,” kata Dona Selasa (3/7).

Penentuan trase untuk menentukan sumbu jalan. Kemudian dipilih yang memenuhi syarat. Saat penentuan trase, ada ruas jalan di Moyudan yang dipindah.

“Pertimbangannya, karena Moyudan merupakan kawasan pertanian berkelanjutan,” kata Dona.

Jika pembangunan JORR dimulai, setidaknya lebar jalan sekitar 25 meter sesuai standar jalan nasional. “Setelah trase selesai, baru dilakukan Detail Engineering Design (DED),” kata Dona.

Pada tahap DED pihaknya akan melakukan Focus Group Discussion (FGD). Tujuannya menentukan lebar jalan yang dapat dibangun.

“Jadi tidak semerta-merta harus 25 meter. Dilihat dulu apakah dekat dengan sungai atau kondisi tanahnya seperti apa,” kata Dona.

Terkait pembebasan lahan, Dona mengatakan belum ada pembahasan menuju ke arah tersebut. Dia mengimbau masyarakat tidak terpancing isu meresahkan. “Belum ada (pembebasan lahan). Hanya peningkatan kualitas aspal dan penambahan marka jalan,” kata Dona.

Rencana JORR memang sudah lama digaungkan. Sehingga sebagian masyarakat telah mendengar rencana ini.

Seperti yang diungkapkan Kepala Dusun Srodokan-Gungan Wukirsari Cangkringan, Totok Haryanto yang daerahnya akan dilintasi JORR. Dia menilai pembangunan JORR berdampak pada mobilitas warganya.

“Bisa jadi mau menyeberang jalan saja harus muter jauh,” kata Totok.

Faktor keselamatan juga menjadi pertimbangan. Mengingat banyaknya anak yang melintas dan menyeberang jalan. “Faktor keselamatan dan keamanan harus menjadi perhatian,” kata Totok. (har/iwa/mg1)