SLEMAN – Ulah Any Sulistyowati cukup membuat repot petugas pos jaga Mapolda DIJ, Selasa (3/7). Bagaimana tidak, saat datang di mapolda mengendarai Honda Jazz AB 1979 U, perempuan paro baya itu malah berdiam diri di dalam mobilnya. Saat ditanyai petugas, alih-alih menyampaikan tujuannya, Any justru putar balik dan tancap gas. Petugas pun sontak mengejarnya. Sebab, gerak-gerik pegawai Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) DIJ itu dinilai mencurigakan. Belakangan diketahui, Any ternyata pasien rawat jalan Rumah Sakit Jiwa Grhasia Pakem. Bukan teroris, sebagaimana viral di media sosial.

“Sesuai standar operasional seluruh pengunjung mapolda wajib menunjukkan identitas dan menyampaikan tujuannya,” ujar Kapolres Sleman AKBP Muchamad Firman Lukmanul Hakim. Makanya, ketika Any menggeber Honda Jazz silver-nya, polisi langsung mengejar. Dari mapolda Any ngibrit ke timur dan putar balik di depan kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran. Beberapa petugas mengendarai sepeda motor sempat berhasil menghentikan laju kendaraan Any yang terjebak macet di jalur cepat sisi timur Simpang Empat Ring Road Utara Monjali. Ketika pintu mobil digedor, Any bergeming. Tak berapa lama dia malah membelokkan mobilnya ke jalur lambat dan kembali tancap gas. Mobil Jazz yang dikendarai Any terhenti sesampai di wilayah Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman. Tepatnya di depan SMPN 1 Seyegan. Saat itu kondisi mobil mengalami kerusakan di beberapa bagian akibat benturan dan tembakan petugas. Kaca depan pecah dan berlubang terkena peluru karet.

Kapolsek Seyegan AKP Masnoto mengatakan, terhentinya laju kendaraan Any setelah anggotanya memblokade Jalan Kebon Agung menggunakan mobil patroli di depan SMPN 1 Seyegan. Ternyata Any tetap tak menyerah, meskipun keempat ban mobilnya kempis setelah terkena peluru aparat. Warga Margokaton, Seyegan, itu bahkan nekat menabrak mobil patroli polisi berulang kali.
Sejurus kemudian Kasatlantas Polres Sleman AKP Faisal Pratama menghampiri Any. Any tetap bergeming. Dia tak mau keluar dari mobilnya. Any mau keluar mobil setelah dibujuk Kapolsek Godean Kompol Herry Suryanto yang datang ke lokasi kejadian bersama seorang polwan. Itu pun dibutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk membujuknya. “Dia (Any, Red) terlihat tenang, tidak histeris. Dia juga sempat minum air mineral,” ungkap Masnoto.

Sementara itu, Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yulianto memastikan, Any mengalami gangguan jiwa. Hal itu diketahui setelah anggotanya berkoordinasi dengan petugas RSJ Grhasia. Terungkapnya Any sebagai pasien RSJ Grhasia berawal ketika dibawa ke RS Bhayangkara untuk diperiksa kesehatan fisik dan psikisnya. “Saat ini dia (Any, Red) harus dirawat inap di Grhasia atas permintaan dokter jiwa RS Bhayangkara,” jelasnya.
Dari penelusuran sementara, lanjut Yulianto, Any masih tercatat sebagai pegawai negeri sipil aktif di Kanwil DJP DIJ. Hanya, sudah sepekan ini Any absen.

Terpisah, Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP DIJ Sanityas Jukti Prawatyani membenarkan Any Sulistyowati adalah pegawai di instansinya sejak 2013. Saat ini Any tercatat sebagai pegawai di bagian umum. “Benar pegawai kami dan yang bersangkutan ada gangguan jiwa. Tapi selama ini sudah jarang kambuh,” ungkapnya.
Pegawai DJP DIJ lainnya mahfum dengan kondisi Any. “Ketika dia mulai sering tampak melamun, kami kirimkan ke keluarganya. Untuk diobati, kalau sudah normal bisa bekerja seperti biasa lagi,” sambung Sanityas. Menurut Sanityas, sejauh ini Any tak pernah bertindak agresif saat kambuh. Tapi hanya bengong.  (dwi/yog/mg1)