SLEMAN – Polda DIJ masih mendalami latar belakang aksi Any Sulistyowati, 41. Diketahui sebelumnya pegawai DJP DIJ ini bertingkah mencurigakan saat memasuki Mapolda DIJ, (3/7). Polisi pun mengejar mobil bernopol AB 1979 U yang dikendarainya hingga depan SMPN 1 Seyegan.

Perkembangan hingga saat ini, polisi telah memeriksa lima orang saksi. Seluruhnya mengetahui detail awal mula tingkah mencurigakan hingga penangkapan. Hasil dari pemeriksaan ini nantinya digunakan dalam penyusunan laporan kejadian.

“Penyidik tetap memproses sesuai ketentuan yang berlaku, sudah ada lima orang saksi yang diperiksa,” kata Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto, Rabu (4/7).

Yuliyanto menuturkan, saksi-saksi berasal dari pihak keluarga, saksi warga dan polisi yang berjaga di pos penjagaan Mapolda DIJ. Sementara untuk Any, polisi belum bisa memintai keterangan. Penyebabnya kondisi psikis yang belum stabil.

Dalam pemeriksaan di RS Bhayangkara Polda DIJ, Any sempat dirujuk ke RS Grhasia Pakem. Hanya, atas kepentingan penyidikan Any kembali dirawat di RS Bhayangkara. Dalam pemeriksaan tersebut, terungkap bahwa pegawai negeri sipil ini tengah menderita gangguan jiwa.

“Untuk saat ini karena yang bersangkutan belum bisa diajak berkomunikasi, maka belum bisa di-BAP,” katanya.

Mantan Kapolres Sleman ini mengungkapkan ada kemungkinan penjeratan pasal. Hanya, wewenang tersebut berada di kejaksaan selaku penuntut umum. Untuk sementara ini jajarannya tengah mengumpulkan bukti dan keterangan saksi terlebih dahulu.

“Bisa saja dijerat dengan Pasal 212 dan 216 KUHP tentang melawan perintah petugas berwenang, ancaman 4 tahun penjara. Serta UU Lalu Lintas karena membahayakan pengemudi lainnya. Tapi kami belum bisa memastikan, masih membutuhkan keterangan saksi ahli yang berkompeten,” ujarnya. (dwi/ila)