GUNUNGKIDUL – Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul mengklaim, libur lebaran tahun ini tidak ada kebocoran retribusi wisata. Tercatat hingga H+5 lebaran, jumlah pengujung sebanyak 301.233 orang, sementara pendapatan Rp 2.408.892.900.

“Libur lebaran tahun ini tidak bermasalah dengan retribusi, nihil laporan,” kata Kepala Dispar Gunungkidul Asti Wijayanti belum lama ini.

Dia menjelaskan, kabar positif ini selain karena kerja keras petugas juga didukung dengan momentum durasi liburan. Tahun lalu wisatawan menumpuk karena waktu berlibur pendek sehingga sulit terkontrol. “Sekarang nyaman datang dengan tertib,” ujarnya.

Terlebih pada libur lebaran aparatur sipil negara (ASN) dari dinas pariwisata tidak libur. PNS kantor bergiliran melakukan penjagaan di pos retribusi. Selain itu, pihaknya juga mengoptimalkan tenaga harian lepas (THL). “Jadi, saat libur lebaran petugas tidak libur,” ucapnya.

Seperti diketahui, target libur lebaran 2018 sendiri sebanyak 300 ribu pengunjung. Rinciannya, Jumlah pengunjung Sabtu (16/6) sebanyak 39.011 orang dengan pendapatan Rp 298.494.600. Minggu 70.799 orang pendapatan Rp 567.492.700, Senin 71.925 orang pendapatan Rp 579.082.600, Selasa 66.240 orang pendapatan Rp 534.921.000 dan Rabu 53.258 orang dengan PAD sebesar Rp 428.902.000. “Hari Minggu nanti masuk hitungan juga,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Badingah mengapresiasi pengelolaan pos retribusi wisata khususnya di kawasan pantai selatan Gunungkidul sudah berjalan baik. Bahkan pada H+3 lebaran pihaknya melakukan sidak.

“Kami bersyukur kekompakan petugas sudah bagus dan semua saya lihat juga berjalan lancar,” kata Badingah.

Badingah berharap ke depan optimalisasi pos restribusi bisa lebih ditingkatkan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kemungkinan cacat seperti kurangnya tiket ataupun pelayanan kurang memuaskan. (gun/zam/mg1)