KULONPROGO – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIJ bersama Dinas Perdagangan, Satpol PP dan Polres Kulonprogo melakukan razia makanan dan minuman (mamin) di Pasar Wates Senin (2/7). Petugas menemukan kerupuk dan ikan asin mengandung Rhodamin B dan Formalin.

“Berdasarkan keterangan para pedagang, barang didapat dari Purworejo dan Klaten. Ada juga dari Jawa Timur. Kami imbau masyarakat berhati-hati,” kata Kepala BPOM DIJ Sandra MP Linthin.

Langkah paling efektif, menyadarkan pedagang agar tidak menjual lagi. Masyarakat diimbau berhati-hati membeli kerupuk dan teri.

“Dari 43 sampel kerupuk dan ikan teri positif mengandung formalin dan Rhodamin B. Di Pasar Wates kami selalu menemukan kerupuk sermier mengandung Rhodamin B,” ujar Sandra.

Rhodamin B tidak boleh dikonsumsi. “Semua produk makanan yang positif mengandung bahan berbahaya dimusnahkan. Hasil pengawasan lapangan dan penyitaan ini menjadi temuan terbesar,” kata Sandra.

Dari delapan sampel ikan asin yang diuji, enam positif mengandung pengawet mayat (formalin). “Tidak ada ganti rugi untuk pedagang. Semua barang disita dan dimusnahkan,” kata Sandra.

Para pedagang diimbau tidak lagi menjual makanan mengadung bahan berbahaya. “Pedagangan diminta mengisi surat pernyataan mengakui kesalahan dan tidak mengulangi,” kata Sandra.

Salah seorang pedagang, Adi Kisnanto, mengatakan ikan asin berformalin didapat dari sales ikan asin sebulan lalu. “Saya beli lima kilogram, waktu puasa kemarin,” ungkapnya. (tom/iwa/mg1)