BANTUL – Hama tikus selalu membuat resah para petani di Sedayu. Sebab, hewan pengerat tersebut tidak hanya memakan tanaman padi. Lebih dari itu, juga merusak dan memorak-porandakannya. Akibatnya, tidak sedikit petani yang gagal panen. Karena itu, para petani berinisiatif melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Di antaranya dengan membangun rumah hantu.
”Rumah hantu akan singgah bila dibuatkan rumah,” jelas seorang petani di Desa Argorejo, Bajuri Senin (2/7).

Pria paro baya ini menceritakan, para petani dulu pernah menggunakan cara lain membasmi hama tikus. Dengan meracuninya. Namun, cara ini tidak begitu efektif. Sebaliknya, justru merugikan. Sebab, tikus justru merajalela memakan tanaman padi.

“Pernah dulu serentak pakai racun tikus. Bukannya tikusnya mati, tapi malah ngamuk. Batang padi di cabik-cabik,” tuturnya.

Menurutnya, biaya membuat rumah hantu cukup murah. Yang dibutuhkan hanya potongan bambu dan kayu. Lalu, dibuat seperti rumah burung Merpati. Lengkap dengan pintunya. Kendati begitu, pemasangan rumah hantu tidak boleh sembarangan. Jarak antara satu dan lainnya setidaknya sekitar 20 meter.

”Agar burung hantu sendiri merasa lebih tenang dan leluasa menangkap mangsanya.” Katanya

Kepala Dinas Pertanian Pangan Perikanan dan Kelautan Bantul Pulung Haryadi membenarkan bahwa cara tersebut sangat efisien dalam mengurangi hama tikus. Manariknya lagi, juga dapat menjaga rantai makanan tetap berjalan, sehingga keseimbangan populasi lebih terjaga. (Cr6/zam/mg1)