SAINT PETERSBURG – Timnas Swedia punya sejarah mengesankan di pentas Piala Dunia. Beberapa tahun silam, negara di kawasan Eropa utara itu bersaing secara kompetitif untuk memperebutkan status juara.

Dilansir dari jawapos.com, prestasi tertinggi Swedia adalah meraih gelar runner-up ketika mereka menjadi tuan rumah di Piala Dunia 1958. Lalu setelah terpuruk dalam beberapa edisi, Swedia akhirnya kembali tampil mengejutkan pada 1994. Ketika itu mereka mampu mengatasi perlawanan Kamerun (2-2), Rusia (3-1), Brasil (1-1), Argentina (3-2), dan Rumania (5-4).

Namun sayang, Swedia gagal lolos ke final setelah kalah 0-1 di pertemuan keduanya dengan Brasil. Tapi mereka bisa menghibur diri usai menang telak empat gol tanpa balas melawan Bulgaria di laga perebutan peringkat ketiga.

Prestasi Swedia pudar pada Piala Dunia 2002 dan 2006. Mereka bahkan tidak lolos ke Piala Dunia 1998, 2010, dan 2014.
Tim Nasional Swedia punya sejarah mengesankan di pentas Piala Dunia. Beberapa tahun silam, negara di kawasan Eropa utara itu bisa bersaing secara kompetitif untuk memperebutkan status juara.

Prestasi tertinggi Swedia adalah meraih gelar runner up ketika mereka menjadi tuan rumah di Piala Dunia 1958. Lalu setelah terpuruk dalam beberapa edisi, Swedia akhirnya kembali tampil mengejutkan di tahun 1994. Ketika itu mereka mampu mengatasi perlawanan Kamerun (2-2), Rusia (3-1), Brasil (1-1), Argentina (3-2), dan Rumania (5-4).

Sayangnya Swedia gagal lolos ke final setelah kalah 0-1 di pertemuan keduanya dengan Brasil. Tapi mereka bisa menghibur diri usai menang telak empat gol tanpa balas melawan Bulgaria di laga perebutan peringkat ketiga.

Namun sangat disayangkan, prestasi Swedia pudar pada Piala Dunia 2002 dan 2006. Mereka bahkan tidak lolos ke Piala Dunia 1998, 2010, dan 2014.

Untungnya mereka kini punya kesempatan bagus untuk mengembalikan nama baiknya. Swedia lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup F dan akan bertarung melawan Swiss di Stadion Saint Petersburg, Rabu malam (3/7).

“Ini situasi yang bagus buat kami. Kami harus bisa mencapai level tertinggi. Kami punya kesempatan untuk mengalahkan Swiss,” kata pelatih Swedia, Janne Andersson.

Namun Swedia tak boleh memandang remeh Swiss. Sebab lawan mereka lebih baik dalam status ranking FIFA.

Pada Juni 2018, Swiss ada di urutan enam dunia, sementara Swedia bertengger di peringkat ke-24.

Tak hanya itu, Swiss juga tampil ciamik di babak penyisihan grup. Xherdan Shaqiri Cs tak pernah kalah dari tiga pertandingannya. Mereka menang lawan Serbia, dan imbang dengan Brasil serta Kosta Rika.

Bicara sejarah, Swiss juga punya catatan yang mengesankan. Selama mengikuti turnamen Piala Dunia, Swiss sudah tiga kali lolos ke fase perempat final. Melihat fakta tersebut, Swiss juga memiliki misi yang sama dengan Swedia yaitu mengulang sejarah dan mengembalikan nama baik mereka di panggung internasional. (jpc/ila)