SLEMAN – Pemkab Sleman telah bersiap terkait pembangunan Jogja Outer Ringroad (JORR). Berdasarkan cetak biru ada delapan kecamatan yang dilalui. Jalan standar nasional ini juga melalui duapuluh desa.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Pemlab Sleman Kunto Riyadi belum bisa memastikan kapan pembangunan JORR tersebut. Pemkab Sleman terus berkoordinasi dengan Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN).

“Untuk pembangunan memang bukan wewenang Pemkab Sleman. Saat ini wacana pembangunan JORR sudah sampai tahap pembahasan trase jalan atau sumbu jalan,” kata Kunto Senin (2/7).

Dia mengatakan Satker P2JN juga melakukan sosialisasi. Terutama penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) kepada masyarakat. Pembangunan JORR di kawasan Sleman melalui ruas Jalan Kalasan hingga Tempel dan tembus Kecamatan Minggir.

Kunto mengatakan JORR di Sleman sepanjang 49,714 kilometer. Sementara total panjang JORR keseluruhan mencapai 113,413 kilometer. Selain Sleman, pembangunan JORR juga melewati kawasan Bantul.

“JORR memanfaatkan jalan yang sudah ada, hanya diperluas saja. Pelebaran jalan sesuai standar jalan nasional. Minimal tujuh meter untuk satu ruas jalan. Kalau dua ruas jalan tinggal dikalikan dua,” ujar Kunto.

Dia enggan berkomentar terkait pembebasan lahan. Wewenang tersebut ada pada Satker P2JN. Pemkab Sleman hanya sebagai pendukung terkait lahan yang dibutuhkan.

Kunto memastikan pembebasan lahan berlangsung usai Detail Engineering Design (DED). Seluruh tahapan pembangunan dipastikan berlangsung terbuka.

Pembangunan JORR sisi utara meliputi dua desa di Kalasan, satu desa di Ngemplak, dan dua desa di Cangkringan. Adapula dua desa di Pakem, dua desa di Turi, lima desa di Tempel dan dua desa di Minggir.

“Adapun wilayah pembangunan JORR sisi selatan melalui tiga desa di Prambanan dan satu desa di Kalasan,” ujarnya. (dwi/iwa/mg1)