PURWOREJO – Keberadaan taman yang menyatu dengan tugu batas kabupaten antara Purworejo dan Kabupaten Magelang, butuh perhatian. Dilakukan penataan di era pemerintahan Bupati Mahsun Zain, kini kondisinya seolah dibiarkan dan tanpa perawatan.

Pantauan Radar Jogja, batas kabupaten yang berada tepat di tanjakan Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, itu terlihat kotor. Tulisan Purworejo yang dulu kerap disebut sebagai branding Purworejo, pewarnaan catnya juga terlihat memudar dan kusam.

Selain itu keberadaan taman, mulai dari rumput hingga tanaman pendek, tampak belum ada upaya perapian. Kondisinya diperparah dengan keberadaan sampah bekas letusan mercon yang tersebar di sekitar tempat itu.

“Memang cukup disayangkan saat di tengah kota digeber penataan, tapi yang sudah malah tidak diberikan perawatan,” kata seorang warga Magelang, Indra Purnama, 22, Minggu (1/7).

Sebagai warga Magelang yang me-miliki saudara di Purworejo, ia meng-aku kerap melewati jalur tersebut. Dibandingkan sebelumnya, kondisi sekarang ini jelas sangat memprihatinkan.

“Dari pengalaman Lebaran saya, dibandingkan tahun-tahun se-belumnya tampaknya orang tidak lagi berminat berhenti dan mengambil gambar dengan latar belakang kawasan itu,” jelas Indra yang tinggal di wilayah Kecamatan Salaman ini.

Ia menilai sebagai salah satu tugu identitas masuk wilayah Purworejo harus mendapat perawatan atau sentuhan yang rutin. Setidaknya dengan perawatan ringan akan menjadikan kawasan itu lebih tertib dan tertata. “Bagi orang luar mungkin bisa memberikan penilaian tersendiri akan Purworejo dimulai dari tugu tersebut,” katanya.

Pengguna jalan lain, Dodi Priyam-bodo juga berharap pemkab tetap memberikan perhatian bagi taman-ta-man yang telah dibangun sebelumnya. Bisa saja ada rencana peningkatan atau perubahan desain. Namun, sebelum hal itu dilakukan sebaiknya yang sudah ada tetap dijaga. “Membuat itu kan juga butuh biaya tidak sedikit. Sayang kalau hanya dibiarkan saja, karena lama-lama juga akan rusak,” kata Dodi. (udi/laz/ong)