BANTUL – PS Tira Bantul terus menggodok calon nama pelatih yang akan menakhodai Manahati Lestusen dkk. Sebab, Asisten Pelatih Miftahudin Mukson yang selama ini menggantikan Rudy Eka Priyambada, tidak lagi bisa 100 persen mendampingi tim.
Eks pelatih PS TNI U-21 itu harus mendampingi Indra Sjafri sebagai asisten pelatih Timnas U-19 di Piala AFF dari 1 Juli hingga pertengahan bulan. Selain itu, pria yang juga berprofesi sebagai tentara berpangkat mayor ini dijadwalkan mengikuti kursus pelatih A AFC dalam waktu dekat.

“Kasihan Coach Miftahudin waktunya sudah banyak tersita. Jadi memang perlu pelatih kepala untuk memimpin tim. Pelatih baru sudah sekitar 75 persen, ditunggu saja,” kata Sekretaris Umum PS Tira Yandri.
Beberapa nama memang sempat mengemuka dan menjadi pembicaraan. Namun Yandri enggan membeberkan nama pengganti Rudy Eka sebelum ada penandatanganan kontrak.

Dia hanya menyebutkan beberapa kriteria yang cocok untuk mengisi pos pelatih kepala itu. Di antaranya pelatih lokal yang sudah paham atmosfir sepak bola di tanah air. Serta sudah pernah menangani tim di kasta tertinggi.
“Kriteria pelatih kami harapkan bisa membawa pemain yang kami punya lebih hidup dan bisa bersaing dengan tim lain. Artinya pelatih bisa membawa PS Tira kembali berbicara. Dari manajemen ada beberapa nama, tapi saat ini mengerucut ke satu nama. Semoga dalam minggu ini masalah administrasi segera selesai dan bisa kami umumkan,” lanjut Yandri.

Jika tidak ada pengumuman terkait pelatih baru, dipastikan dalam lawatan ke Sriwijaya FC, Jumat (6/7), PS Tira terancam tanpa dipimpin sosok pelatih. Sehingga pelatih fisik Gaselly Junpanam dan pelatih kiper Budi Setiawan, kemungkinan yang akan memimpin tim.

“Sementara pelatih fisik dan pelatih kiper yang akan mendampingi dulu, karena Coach Miftahudin juga masih melanjutkan kursus lisensi. Kemungkinan ke Palembang belum bisa mendampingi,” bebernya. (riz/laz/mg1)