JOGJA – Pemilik bangunan pertokoan di kawasan Pecinan Ketandan Jogja harus mulai melakukan penataan reklame yang dimilikinya. Itu harus dilakukan menyusul keluarnya Peraturan Wali Kota Jogja Nomor 26/ 2018 tentang Reklame di Bangunan Permanen Pada Kawasan Ketandan Jogja.

Berdasarkan peraturan, jenis reklame yang diperbolehkan dipasang di bangunan permanen pada kawasan Ketandan hanya berupa papan atau billboard dan reklame cahaya. “Ukuran dan bentuk reklame yang boleh dipasang serta tata cara pemasangananya pun harus sesuai dengan aturan. Harapan-nya, reklame di kawasan tersebut akan semakin tertata,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja Eko Suryo Maharso, Sabtu (30/6).

Reklame hanya boleh dipasang sejajar jalan di lisplank bangunan dengan menggunakan karakter warna dan tulisan sesuai karakter kawasan Ketandan. “Warna yang dominan di Ketandan adalah merah dan kuning,” katanya.

Selain itu, reklame tidak boleh menutup ornamen atau arsitektur bangunan, tinggi reklame maksimal satu meter dan panjang maksimal adalah setengah dari panjang lisplank muka bangunan. “Izin untuk reklame yang sudah terpasang sebelum peraturan ini ditetapkan hanya berlaku hingga masa izinnya berakhir,” terangnya.

Eko menyebut, penataan reklame di kawasan Ketandan merupakan bagian dari upaya untuk mengembalikan nuansa Pecinan masa lalu di kawasan tersebut. Disbud Kota Jogja berupaya melakukan penataan dengan melakukan penataan fasad sejumlah bangunan.

Menurut Eko selama ini penataan di kawasan Ketandan lebih banyak dilakukan Pemeintah Provinsi (Pemprov) DIJ. “Tapi acuannya tetap dari kami, seperti untuk mengubah jalan aspal menjadi batu,” jelasnya.

Ya, kawasan Ketandan memang men-jadi salah satu daya tarik wisata di Kota Jogja. Kawasan Pecinan ini berada di sekitar Malioboro. (pra/din/ong)