SLEMAN – Polda DIJ mengamankan seorang penipu yang mengaku sebagai Ustad Wijayanto. Modusnya, dia membuat akun palsu di Instagram (IG). Selanjutnya menggalang bantuan guna mengeruk keuntungan pribadi.

Dirreskrimum Polda DIJ Kombespol Hadi Utomo membenarkan kasus tersebut. Laporan telah diterima Polda DIJ pada Rabu (27/6). Selanjutnya, berdasarkan unggahan di Instagram, Polisi melacak alamat internet protocol (IP) pelaku.

“Pelaku membuat akun atas nama Ustad Wijayanto. Dalam aksinya telah terkumpul dana hingga ratusan juta rupiah. Rata-rata untuk penggalangan dana bencana, yatim piatu dan bantuan lain,” kata Hadi Jumat (29/6).

Alur penangkapan pelaku bukan berawal dari laporan korban. Polda terlebih dahulu melacak dan menangkap pelaku. Berdasarkan pelacakan IP, pelaku terdeteksi di kawasan Lampung.

Penangkapan terjadi beberapa hari setelah Lebaran. Polisi mengamankan uang tunai dan gawai milik pelaku. Adapula akun Instagram palsu yang digunakan untuk penggalangan dana.

“Sudah kami tangkap dan ditahan di Polda DIJ. Pengakuan pelaku, uang untuk foya-foya dan keperluan pribadi. Tidak ada sama sekali yang digunakan untuk bantuan sosial,” ujar Hadi.

Untuk megoptimalkan penyidikan, pelaku telah dilimpahkan ke Ditreskrimsus Polda DIJ. Hal ini sesuai detail kasus penipuan melalui dunia maya. Pelaku dikenai Pasal 28 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Belum ada laporan dari korban lain. Korbannya ya hanya ustad saja, kalau penyumbang dana niatnya ikhlas. Tapi tidak tahu kalau akunnya palsu dan dana sumbangan diselewengkan,” kata Hadi.

Dirreskrimsus Polda DIJ Gatot Budi Utomo membenarkan pelimpahan kasus tersebut. Dia enggan membeberkan detail pelaku karena masih dalam penyidikan intensif.

“Sudah dibuat laporannya dua hari yang lalu (27/6) ke Polda DIJ. Sementara untuk saat ini pelaku masih kami sidik,” ujar Gatot. (dwi/iwa/mg1)