KOTA Jogja memiliki satu lagi lokasi untuk nongkrong. Tepatnya di ujung utara Jalan Malioboro. Jalan legendaris di Jogja.
Menariknya, tempat minum, makan dan nongkrong asik di jantung Kota Jogja tersebut ada di pinggir rel kereta api. Lokasinya di Teteg Malioboro, sisi selatan rel di Stasiun Tugu. Loko Coffee Shop namanya.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Malioboro dimanjakan dengan suguhan kopi, makanan tradisional dan minuman beraneka rupa. Ada juga live music menemani wisatawan dengan slogan medang, madhang dan jagongan (minum, makan dan nongkrong).
Manager Direktur Utama PT Reska Multi Usaha, selaku pengelola Loko Coffee Shop, M. Sahli menerangkan, dari sisi lokasi saja sudah strategis. Yang beda lagi, Loko Coffee Shop dibanding cabang Loko Café lain yaitu adanya live brewing coffee.

“Yang dipakai kopi dari nusantara. Dari para barista lokal yang dapat dinikmati langsung oleh para penikmat kopi,” ungkap Sahli.
Selain itu, kopi yang disajikan merupakan kopi khas nusantara dengan harga antara Rp 10.000 hingga Rp 50.000. “Menu yang kami sajikan tidak murah tetapi juga tidak mahal. Harganya terjangkau. Setidaknya ada 10 jenis kopi yang kami sajikan setiap hari,” kata Sahli.

Alasan membuka Loko Coffee Shop, karena animo masyarakat yang besar di dunia kuliner. Masyarakat makin terterik terhadap kopi.
Memiliki konsep unik karena dibuat dengan tema semi-outdoor. Pengunjung bisa menikmati suasana Malioboro dari Kawasan Stasiun Tugu. “Interior pendukung dipilih secara khusus. Yaitu meja dan bangku dari kayu bekas bantalan rel,” kata Sahli.

Manager Humas PT KAI Daop VI Jogja Eko Budianto menambahkan, Loko Coffee Shop awalnya dikonsep untuk meningkatkan kenyamanan calon penumpang kereta api saat menunggu keberangkatan. Loko Coffee Shop memiliki 165 tempat duduk.
Buka 24 jam setiap hari. Makanan dan minuman tradisional Jogja yang dapat dinikmati mulai pukul 00.00 hingga 07.00 seperti brongkos koyor, gudeg koyor dan wedang ronde.

Sedangkan pada 07.00 hingga 00.00 pengunjung dapat menikmati sajian ala cafe seperti bakmi goreng, nasi goreng, chicken gordon bleu dan minuman beraneka rasa.
“Yang patut dicoba tentu saja kopi. Banyak pilihan single origin dari berbagai daerah dengan metode espresso atau manual brew,” kata Eko. (pra/iwa/mg1)