JOGJA-Pemerintah menargetkan Indonesia dapat masuk ke jajaran tujuh besar negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Visi ini dikenal dengan Indonesia Emas. Dalam visi tersebut juga dijelaskan agar Indonesia dapat menjadi negara yang adil dan makmur.
Sejalan dengan visi tersebut, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus melakukan upaya agar meningkatkan mutu lewat keluarga. Menurut Kepala Perwakilan BKKBN DIJ Bambang Marsudi fungsi kontrol yang dilakukan keluarga terhadap generasi remaja sangat penting. “Remaja merupakan penentu masa depan bangsa,” kata Bambang pada peringatan Hari Keluarga Nasional ke-25 di Jalan P Mangkubumi, Jumat (29/6).

Menurutnya, remaja merupakan aset yang harus dibina dan diarahkan. Sebab, jika tidak diarahkan perilaku remaja akan sulit dikendalikan. Contohnya perilaku klithih yang akhir-akhir ini kembali marak. Hal tersebut salah satunya tidak lepas dari kurangnya peran keluarga.
Peredaran narkoba yang masih menyasar remaja sebagai konsumen utamanya, perbuatan sex bebas dan pernikahan dini juga menjadi kendala dalam upaya untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045. Maka dari itu dia mengajak kepada generasi muda agar sadar akan tanggung jawab dan mulai menata masa depan dari sekarang. “Kalau ditata dari sekarang, ketika berkeluarga besok akan menjadikan keluarga yang berkualitas,” bebernya.

Sekretaris Utama BKKBN Nofrijal menyatakan perayaan Harganas ke-25 ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Dia menyebut DIJ merupakan tempat spesial karena merupakan tempat pertama yang memberikan inspirasi lahirnya Harganas.
Dikatakan Nofrijal, peringatan Harganas ini untuk mengingatkan kembali komitmen keluarga sebagai suatu kekuatan dasar dari bangsa. “Karena bangsa yang besar dan maju harus dimulai dari kekuatan dan kemandirian keluarga,” tegasnya.

Remaja yang merupakan aset bagi bangsa oleh karenanya dia mengingatkan agar jangan sampai menikah pada usia yang terlalu muda. Dia menyampaikan usia muda haruslah diisi dengan kegiatan yang dapat meningkatkan ketrampilan guna menyambut era yang semakin maju. “Selesaikan dulu sekolah, selesaikan dulu kuliah, sapatkan soft skill dan asah kepekaan terhadap lingkungan sosial,” pesannya.

Kapolda DIJ Brigjend Pol Ahmad Dhofiri juga mengimbau kepada para remaja terutama pelajar agar menjaga perilakunya baik di dunia nyata ataupun dunia maya. Seiring dengan berkembangnya teknologi, dunia maya ini menjadi pisau bermata dua. “Siapapun bisa menjadi apa saja di dunia maya,” tegasnya.

Pihaknya pun menyatakan kesiapan dan turut andil dalam visi Indonesia Emas 2045 dengan terus berupaya untuk mencegah kekerasan antar pelajar. Tentunya dengan kerja sama dari berbagai pihak. “Jogja ini Kota Pelajar tapi kerap dinodai dengan perkelahian antar pelajar,” sesalnya. (har/din/mg1)