BANTUL – Desa wisata (deswita) mulai menentukan ciri khasnya masing-masing. Yang terbaru, Deswita Kebonagung memilih Kembang Turi sebagai ikon. Pertimbangannya, tanaman dengan nama latin Sesbania Grandiflora ini memiliki banyak manfaat.

”Bunganya dapat dijadikan sayuran untuk pecel,” jelas Lurah Desa Kebonagung Marjiyem di sela launching Kembang Turi sebagai ikon di balai desa Kebonagung, Jumat (29/6).

Yang menarik, bunga Kembang Turi juga menginspirasi warga setempat untuk menjadikannya sebagai motif batik. Marjiyem mengakui produksi batik khas Kebonagung ini belum begitu masif. Kendati begitu, dia berjanji bakal mendorong para pengrajin memproduksi lebih banyak lagi.

”Motifnya nanti bisa dikombinasikan dengan motif-motif lain,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo melihat tanaman Kembang Turi banyak tumbuh liar di berbagai desa. Tak terkecuali di Kebonagung. Sayang, warga belum banyak menyadari manfaatnya. Oleh karena itu, bekas camat Sewon ini berharap pengembangan batik khas Kebonagung dengan motif Kembang Turi membawa dampak signifikan terhadap roda perekonomian warga.

”Ada banyak potensi wisata di Kebonagung, seperti wisata gunungan tegal dan wisata pertanian dengan tajarwo supernya,” ungkapnya.

Agar tingkat kunjungan wisata meningkat, Kwin, sapaannya berharap organisasi perangkat daerah (OPD) bekerja sama membangun Kebonagung. Sesuai dengan kewenangannya masing-masing. Akses jalan, misalnya, butuh peran Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman. (ega/zam/mg1)