JOGJA – Suasana khidmat menyelimuti upacara peringatan Jogja Kembali, di Tetenger Jogja Kembali di depan Hotel Grand Inna Garuda, Jumat (29/6). Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari sejumlah elemen masyarakat, termasuk pelajar, anggota TNI, dan Polri.
“Kembalinya Jogjakarta dari tangan penjajah Belanda menjadi awal kedaulatan Republik Indonesia pada waktu itu yang beribu kota di Jogjakarta,” kata Kasi Personel Korem 072 Pamungkas Kolonel Inf D.K Subandi selaku inspektur upacara saat membacakan sambutan Gubernur DIJ Sultan Hamengu Buwono (HB) X.

Melalui upacara ini, Paguyuban Wehrkreis III Yogyakarta selaku penyelenggara ingin menunjukkan ke masyarakat bahwa ada tetenger bersejarah di kawasan Malioboro. Hal tersebut diungkapkan Wirantono Adiwasono selaku Wakil Ketua Badan Pengurus Cabang Paguyuguban Wehrkreis III Jogjakarta. “Harapannya juga menjadi ikon wisata,’’ jelasnya.

Ketua Cabang Paguyuban Wehrkreis III Yogyakarta Sudjono, memberikan pengertian dan pemahaman sejarah akan lebih kuat jika ada cerita, gambar, dan pendeskripsian suasana di masa itu. Melalui tetenger berbentuk batu raksasa dan ukiran rel kereta api tersebut pemaknaan diberikan melalui visual benda.
“Supaya masyarakat lebih paham bahwa Jogja bukan kota biasa. Betul-betul Kota Perjuangan, ditandai dengan Serangan Umum 1 Maret, peristiwa Jogja Kembali, dan serbuan Kotabaru 7 Oktober 1940,” tuturnya. Setelah masyarakat melihat tetenger, dia berharap akan mencari informasi lebih lanjut mengenai sejarahnya. (tif/bhn/din/mg1)