SLEMAN – Meningkatnya status dan aktivitas Gunung Agung di Bali berdampak pada penerbangan rute Jogja-Denpasar di Bandara Adisutjipto Jogjakarta kemarin. Setidaknya 12 penerbangan dibatalkan sejak Jumat pagi (29/6). Maskapai yang membatalkan penerbangan ke Denpasar, Garuda Indonesia, Air Asia, Lion Air dan NAM Air.

Pembatalan penerbangan ini seiring dengan terbitnya Notice to Airmen (Notam) A2551/18 di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar. Pemberlakukan Notam mulai pukul 03.00 WITA hingga 19.00 WITA. Bandara di Pulau Dewata tersebut berhenti beroperasi sementara waktu.

“Berdampak pada rute ke Bali. Tercatat jadwal penerbangan hingga 19.00 ada 12 penerbangan dan penumpang terdampak ada 1.736 orang,” kata General Manager Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Adisutjipto Jogjakarta Agus Pandu Purnama Jumat (29/3).

ERWAN TRI CAHYO/RADAR JOGJA

Terbitnya Notam hanya bertahan hingga 14.30 WITA atau 13.30 WIB. Namun sejumlah jadwal penerbangan di Jogjakarta telah mengalami pergantian. Sehingga pemberlakukan pembatalan penerbangan tetap berlaku hingga pukul 19.00 WIB.

Memastikan kondisi terkini, manajemen Bandara Adisutjipto berkoordinasi dengan Bandara Ngurah Rai. Evaluasi berkala terus dilakukan terkait arah embusan abu vulkanik Gunung Agung. Koordinasi ini juga memantau kondisi terbaru pasca-erupsi.

“Kecuali tiga jadwal penerbangan di atas jam 19.00 WIB masih beroperasi normal. Kebijakan Notam sifatnya evaluative, bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi,” ujar Agus Pandu.

AP I meminta maskapai menginfokan kepada penumpang terkait kebijakan lanjutan. Penumpang bisa mengajukan refund atau reschedule penerbangan. Mayoritas penumpang terdampak telah melakukan kedua solusi tersebut.
“Abu vulkanik ini bahaya untuk mesin pesawat. Imbasnya tentu ke keamanan penerbangan dan penumpang. Jika sewaktu-waktu mengarah ke bandara atau aerodome maka bandara bisa ditutup lagi,” kata Agus Pandu.

Salah seorang penumpang tujuan Melbourne, Australia, Haryadi melakukan reschedule. Pria yang berprofesi sebagai pebisnis ini tidak mengganti hari. Hanya saja rute penerbangan diubah dari Bali ke Jakarta.
“Begitu dikabari (ada penutupan Ngurah Rai) saya langsung mendatangi konter Garuda Indonesia. Awalnya transit via Bali akhirnya pindah transit via Jakarta. Kalau jamnya tetap sama pukul 16.00 menuju Melbourne,” ujar Haryadi. (dwi/iwa/mg1)