KULONPROGO – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo menyiapkan 11 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk menyediakan beras. Beras tersebut untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Kami telah membahas hal tersebut. Nantinya bantuan beras dan telor senilai Rp 110.000. Didistribusikan lewat e-warung,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Kulonprogo Tri Hidayatun Jumat (29/6).

Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) untuk menghitung beras yang dibutuhkan bagi KPM. Tenggat waktu satu bulan. Selain itu harus menentukan berapa tonase beras yang harus disediakan.

“Termasuk ke mana saja e-warung yang akan disuplai beras oleh Gapoktan. Seberapapun kebutuhan beras yang akan didistribusikan e-warung, Gapoktan siap,” kata Hidayatun.

Selama ini Gapoktan memiliki tanggung jawab menyediakan beras untuk program pemerintah lainnya. Seperti Beras Sejahtera (Rastra) atau Beras Daerah (Rasda), Sergap oleh Bulog.

Hidayatun optimistis Gapoktan bisa menyiapkan beras program BPNT. “Kesulitannya justru menentukan kebutuhan beras di setiap e-warung. Karena tidak mengetahui perkiraan permintaan beras tiap KPM penerima BPNT,” kata Hidayatun.

Ketua Gapoktan Panca Manunggal Margiyono mengatakan Gapoktan bertanggung jawab menyuplai beras ke e-warung. Pihaknya telah bekerja sama dengan Bulog sebagai penyedia program Rastra untuk KPM.

“Kami siap memenuhi kebutuhan beras bagi KPM lewat e-warung. Gapoktan kami dalam satu bulan mampu memproduksi beras sekitar 100 ton,’’ kata Margiyono.

Asumsinya, kebutuhan tiap e-warung setiap bulan tiga ton. Maka pihaknya bisa melayani sedikitnya 30 e-warung. ‘’Hanya saja, pemkab sebaiknya melakukan pembagian donasi agar tidak terjadi tumpang tindih antar Gapoktan,” kata Margiyono. (tom/iwa/mg1)