Usia tidak menjadi kendala untuk terus menimba ilmu, termasuk agama. Seperti pengakuan Ismidah, nenek berusia 78 tahun yang menjadi santri Pondok Sepuh Payaman. Dia memilih tinggal di asrama dan jauh dari keluarga untuk belajar agama. “Belajar agama jadi niat saya. Sudah tua haus lebih mendekatkan diri kepada Allah,” katanya.

Dia bersama ratusan santri lansia lain sibuk mempersiapkan diri menuju Masjid Agung Payaman. Jarak asrama dan masjid hanya sekitar beberapa meter saja. Perempuan asal Temanggung ini mengaku senang dan nyaman berada di Pondok Sepuh, karena bisa bersilaturahmi dengan santri lain sebayanya.
“Kami saling kenal bersilaturahmi. Para lansia yang di masjid berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah ataupun luar Jawa,” tuturnya. Berbagai rutinitas ibadah dilakukan para santri lansia ini sejak dini hari hingga tengah malam.

“Kami di sini belajar berbagai ilmu agama, membaca Alquran, hingga menjalankan rutinitas seperti mencuci, memasak sendiri-sendiri,” jelasnya.
Ismidah mengaku selalu rindu dengan anak cucu di rumah. Untuk mengobatinya, setiap selesai salat ia selalu mendoakan mereka. “Gusti Allah moga tetap memberi kesehatan untuk keluargaku. Pingin pulang tapi setelah selesai sinau (belajar, Red),” ujar Ismidah dengan tersenyum.
Untuk tahun ini pesantren yang didirikan KH Agunung Siradj pada tahun 1930 mampu menampung sedikitnya 400 lansia. Rata-rata mereka berusia 65 hingga 80 tahun.

“Setiap bulan para santri hanya dibebani biaya listrik sebesar Rp 50 ribu. Asrama tidak membayar. Ada juga yang memilih tidur di masjid,” jelas Pengasuh Pondok Sepuh Payaman Muhammad Tibyan.
Setiap hari kewajiban para lansia adalah menjalankan salat lima waktu berjamaah, salat sunah Duha, dilanjut tadarus hingga duhur. Tausiyah diisi dengan ilmu fikih dasar dan tafsir Alquran. “Ini rutin diberikan setelah salat Duhur hingga Asar,” ujarnya.

Padatnya kegiatan, tidak membuat para santri lansia ini nampak lelah dan bosan. Segala aktivitas keseharian bisa dilakukan karena fasilitas juga telah tersedia.
“Nyantri ke sini itu tinggal bawa niat beribadah, badan sehat, dan bawa bekal uang, sudah cukup. Penjual makanan di sini juga banyak, mau makan apa pun ada,” tegasnya.

Keunikan di Pondok Sepuh ini mereka harus berbagi ruang dan tempat istirahat dengan santri lain. Namun, itu tak masalah karena bagi mereka tujuan utama adalah beribadah. (laz/mg1)