Liga 3 Asprov Jawa Timur mulai memasuki putaran kedua pada awal Juli ini. Sebanyak 49 tim dibagi dalam 7 grup dan sudah menyelesaikan enam pertandingan di putaran pertama. Hal yang sama juga berlaku bagi 42 tim peserta Liga 3 Jawa Barat, per 1 Juli ini putaran kedua kompetisi mulai berjalan.
Asprov PSSI Jawa Tengah mungkin selangkah lebih cepat. Karena hanya ada 17 tim, kini Liga 3 Jateng sudah memasuki babak semifinal.

Namun gairah kompetisi tersebut tidak terasa denyutnya di DIJ. Sebanyak 10 tim Liga 3 DIJ justru belum keluar keringat sama sekali. Sebenanrya direncanakan Asprov DIJ akan memulai kompetisi, baik Liga 3 dan Piala Suratin pada pekan ketiga Juni ini. Tapi urung terlaksana karena mayoritas tim peserta menilai Asprov tidak profesional dan kompeten dalam memutar kompetisi.

Kondisi tersebut sebenarnya puncak dari permasalahan yang melanda organisasi pimpinan Bambang Giri Dwi Kuncoro tersebut. Sebelumnya pada akhir Januari 2018, Waketum Asprov PSSI DIJ Dwi Irianto memutuskan mundur dari kepengurusan. Ketika itu Mbah Putih, sapaannya, tidak menyampaikan detil alasanya mundur. Dia hanya mengatakan ingin fokus dalam menjalankan tugasnya di PSSI Pusat sebagai anggota Komite Disiplin.
Beberapa hari kemudian, di awal Februari 2018, salah satu anggota executive commite (exco) Asprov RH Gutoyo juga mundur dari Asprov. Dalam surat pengunduran diri yang dikirimkan, dia menilai ketua umum tidak memiliki visi-misi yang jelas dalam menjalankan organisasi. Sehingga menurutnya organisasi tidak kondusif.

Situasi tersebut sebenarnya sudah diketahui PSSI Pusat. Hal itu dengan dikirimkanya surat Nomor 804/PGD/154/III-2018 yang diteken Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria. PSSI menyebutkan bahwa pengesahan pengunduruan diri Exco hanya dapat dilakukan dalam forum kongres. Sehingga ketua umum tidak memiliki wewenang untuk menyetujui atau menolakpengunduran diri tersebut. Sedangkan poin terakhir dalam surat tersebut meminta asprov menggelar kongres biasa.

Tapi bukanya menggelar kongres, dan melengkapi kelengkapan susunan organisasi, asprov justru membentuk panitia pelaksana (panpel) untuk memutar kompetisi Liga 3 dan Piala Suratin pada 19 April 2018. Didesak terkait pelaksanaan kongres, Bambang Giri mengaku masih melakukan koordinasi di internal. “Kalau mau kongres ya sabar dulu, itu ada mekanismenya. Akan kami bahas untuk mempersiapkannya. Memang sudah ada surat dari PSSI dan sudah kami terima,” jawab Bambang ketika itu.

Puncaknya adalah saat detik-detik jelang dimulainya kompetisi Liga 3 yang seharusnya bisa diputar 27 Juni kemarin. Beberapa klub peserta mengeluhkan proses pendaftaran pemain dan proses alih status pemain secara online. Dari 10 klub peserta, disebutkan baru tiga tim yang bisa mendaftarkan pemainnya secara online.

Dari hal itu, sebanyak 11 dari 18 pemilik suara asprov mengadakan pertemuan pada 24 Juni. Mereka yang menamakan Forum Anggota Asprov PSSI DIJ itu mengajukan mosi tidak percaya kepada pengurus Asprov yang menilai kinerjanya tidak memuaskan. (din/mg1)