JOGJA – Perbaikan drainase untuk antisipasi titik-titik genangan di Kota Jogja mulai dilakukan. Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Jogja Aki Lukman Noor Hakim beberapa titik genangan diprediksi bakal terjadi ketika musim penghujan dengan curah yang tinggi tiba.

Dia menjelaskan, titik-titik genangan memang masih terjadi di beberapa tempat seperti di Jalan Dr. Sutomo, Jalan Sorogenen, Jalan Sorosutan, Jalan Bener, Jalan Kusbini, dan Jalan Karangsari.

”Juga di Tamanan Kelurahan Karangwaru, Wirogunan, Klitren, Tegal Panggung, Kelurahan Prawirodirjan. Serta di bantaran Kali Winongo dan Jalan Rejowinangun,” jelasnya ditemui Kamis (28/6).

Menurut Lukman, sapaannya, tak hanya faktor curah hujan yang menyebabkan genangan. Dampak dari penyempitan jalan akibat pembangunan permukiman juga menjadi penyebab terjadinya genangan. Persoalan lain, terkait sampah. Dia mengungkapkan, pernah menemukan kasur dan guling yang menutupi saluran air.

”Kesadaran masyarakat juga penting agar tak buang sampah di saluran air dan tidak menyumbat jalur air,” ungkapnya.

Menurutnya, pembuangan limbah ke saluran air juga akan memengaruhi kualitas air tanah. Sebab, fungsi drainase adalah untuk menyimpan stok air tanah agar selalu tersedia.

”Contohnya kalau saluran drainase kemasukan limbah laundry kan bakal tercemar juga air tanahnya,” ujarnya.

Lukman mengimbau kesadaran masyarakat untuk menjaga kualitas air tanah. Caranya dengan tidak membuang sampah sembarangan, termasuk membuang di saluran air. (cr5/ila/mg1)