KULONPROGO – PT Angkasa Pura (AP) I melanjutkan land clearing lahan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Alat berat dikerahkan untuk membersihkan wilayah Izin Penetapan Lokasi (IPL) NYIA di Dusun Sidorejo dan Bapangan, Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kamis (28/6).
Pembersihan lahan diwarnai penolakan warga penolak bandara. Mereka tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulonprogo (PWPP-KP). Beberapa warga berhadapan dengan petugas gabungan Polres Kulonprogo, TNI dan Satpol PP.

Ketegangan terjadi saat salah seorang warga menduduki alat berat yang tengah beroperasi. Petugas pun menjauhkan warga dari alat berat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pembersihan kali ini meratakan tanaman keras. Tanaman cabai, jagung dan semangka yang ditanam warga penolak bandara ikut tersapu alat berat.
“Ojo, iki lemahku, tanduranku (jangan, ini tanahku, tanamanku),” kata salah seorang warga penolak bandara Wagirah melihat cabainya yang siap panen rata tanah.

Wagirah merupakan penolak bandara yang gigih memperjuangkan lahannya. Dia nekad memegang dan menduduki sekop backhoe. Sejumlah polisi wanita (Polwan) membujuknya untuk menjauhi alat berat. Dia pun dibopong agar tidak cedera.

Warga lain, Sutrisno, juga emosi. “Nek ra ono polisi ora bakal wani nabrak, iki polisi pirang-pirang diperintah negoro nglindungi rakyat, kenyataan kok ngene? (kalau tidak ada polisi tidak bakal berani menabrak, polisi banyak diperintah negara melindungi rakyat tapi kenyataanya kok begini?),” tanya Sutrisno.
Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution mengatakan pembersihan lahan NYIA rencananya sampai 3 Juli 2018. Namun akan melihat perkembangan situasi di lapangan.
“Bukan pembersihan lahan, tapi melanjutkan pekerjaan. Kan sudah di-ground breaking tahun lalu. Beberapa waktu sempat terhenti, puasa dan Lebaran, sekarang dilanjutkan,” kata Anggara.

Sesuai instruksi yang dia dapat, saat bertugas anggotanya mengedepankan langkah persuasif. Anggota hanya memberi jarak aman antara warga dengan pergerakan alat berat.
“Sedikitnya 500 personel gabungan dikerahkan dalam pengamanan. Dibagi menjadi tiga ring. Semua tidak ada yang membawa senjata api atau senjata tajam,” kata Anggara.
Dandim 0731/Kulonprogo Letnal Kolonel Infanteri Dodit Susanto mengatakan TNI/Polri hanya melakukan pengaman agar pekerjaan lancar. “Semua dilakukan dengan cara persuasif,” kata Dodit.

Pimpro Pembangunan NYIA Sujiastono mengatakan AP I hanya melakukan pemantauan. Pekerjaan dilakukan PT Pembangunan Perumahan (PP). Proses pembersihan diharapkan selesai secepatnya.
Pembersihan lahan melibatkan belasan alat berat. Tahap pertama pembangunan, NYIA akan dibangun di atas lahan seluas 587 hektare dengan landasan pacu (runway) sepanjang 3.250 meter.

Pada tahap kedua, akan ditambah 195 hektare lagi. Runway akan diperpanjang hingga 3.600 meter. Selama pembangunan, AP I terus memantau PP merealisasikan target operasional NYIA April 2019. (tom/iwa/mg1)