PURWOREJO – Obat-obatan paten akan dipersiapkan khusus Bupati Purworejo Agus Bastian untuk menjaga kesehatan jamaah haji asal kabupaten ini dalam musim haji 2018. Tidak hanya obat, dirinya juga akan menyertakan seorang dokter khusus.

“Saya siapkan dokter khusus yang akan mendampingi seluruh jamaah haji Purworejo. Ini atas biaya saya pribadi,” kata Bupati Agus Bastian dalam pembukaan Bimbingan Manasik Haji di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (28/6). Kegiatan itu dihadiri anggota Komisi VII DPR RI Choirul Muna serta Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah H Farchani serta unsur Forkompimda Purworejo.

Dikatakan bupati, kesehatan jamaah haji menjadi hal yang utama dan harus diperhatikan. Ia berharap dengan adanya dokter khusus dan obat paten akan bisa bermanfaat bagi jamaah haji. “Harapan kami tentu akan sehat-sehat saja. Namun jika ada yang kesehatannya terganggu, semoga nanti cepat sembuh karena ditangani dengan baik,” tambahnya.

Selain tentang kesehatan, bupati juga minta agar jamaah nantinya bisa menjaga diri dan tidak berbicara sembarangan. Ia menuturkan
pengalamannya sendiri di mana sempat diingatkan untuk tidak makan
mlinjo dalam jumlah banyak. “Saya bilang makan mlinjo satu toples itu tidak apa-apa, tapi ternyata kaki saya abuh (bengkak, Red),” tambahnya.

Senada dengan bupati, Kepala Kanwil Kemenag Jateng Farchani menjelaskan, 73 persen jamaah haji Jawa Tengah termasuk risiko tinggi, sehingga diharapkan selalu menjaga kesehatan. Ia juga berpesan, meski sudah mengikuti manasik di KBIH masing-masing, agar tetap ikut manasik yang diselenggarakan pemerintah, untuk menambah ilmu berhaji.

Dijelaskan, kuota haji setiap negara sudah ditentukan berdasarkan rumus yang disepakati Organisasi Konferensi Islam (OKI). “Berkat kerja sama yang dijalin Presiden Jokowi dengan Raja Salman, Indonesia mendapat tambahan kuota haji sebanyak 10 ribu orang,” jelasnya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Purworejo H Bambang Sutjipto mengatakan, calon jamaah haji Kabupaten Purworejo berjumlah 730 orang. Dari jumlah ini, enam di antaranya masuk tim pemandu haji daerah (TPHD) dan tim kesehatan haji daerah (TKHD). (udi/laz/mg1)