MUNGKID – Di luar dugaan pasangan M.Zaenal Arifin-Rohadi Pratoto (Zaroh) unggul cukup telak dari pesaingnya, Zaenal Arifin-Edi Cahyana (Padi) dalam proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Magelang 2018 Rabu (27/6). Setidaknya itu berdasarkan real count yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang dari 102 tempat pemungutan suara (TPS). Dari pantauan hingga tadi malam sekitar pukul 19.00, Zaroh yang diusung Partai Gerindra, Golkar, dan PKS meraih 14.846 suara (57,44 persen).

Sedangkan Padi, didukung PDI Perjuangan, PKB, PAN, Demokrat, dan PPP, membukukan 10.998 suara (42,56 persen).

“Total ada 2.629 TPS. Perhitungan sementara baru 102 TPS dengan keunggulan pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2 (Zaroh, Red),” ungkap Ketua KPU Kabupaten Magelang Afiffudin Rabu.

Dwi Endis Hindarmoko, komisioner KPU Kabupaten Magelang, menambahkan, keunggulan Zaroh tak bisa dikatakan sebagai gambaran hasil akhir. Karena masih banyak jumlah suara pemilih di TPS yang belum masuk real count.

Sedangkan real count sementara pun hanya sebatas dari TPS yang terletak di wilayah Kecamatan Mungkid, Mertoyudan, dan Borobudur. “Baru beberapa persen saja,” tegasnya.

Sedangkan untuk hasil pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah, hasil real count sementara menunjukkan pasangan nomor 1 Ganjar Pranowo – Yasin Maimoen memperoleh 13.700 suara (49,86 persen). Sedangkan pasangan nomor 2 Sudirman Said – Ida Fauziyah meraup 13.779 suara (50,14 persen). “Untuk pilgub baru tercatat dari 108 TPS yang masuk,” ujar Endis.

Lebih lanjut Afiffudin mengatakan, KPU Kabupaten Magelang menargetkan penghitungan suara real count selesai dalam jangka waktu 24 jam. Dia mengklaim, sejauh ini proses pencoblosan berjalan tanpa polemik. “Semua berjalan normal. Pemungutan dan perhitungan suara di TPS tepat waktu hingga pukul 15.00,” ujarnya.

Kendati demikian, Afiffudin tak menampik, ada beberapa TPS mengalami kendala teknis saat akan dilakukan pemungutan suara. Di Borobudur dan Mertoyudan, misalnya. Gembok kotak suara tak bisa dibuka, sehingga gemboknya harus dipotong paksa.

Sementara itu, Bupati Magelang Zainal Arifin beserta istri, Christanti Handayani, melakukan pencoblosan di TPS 01 Daleman, Desa Bawang, Pakis. Sebelum berangkat ke TPS, keduanya sungkem (minta doa restu, Red) dengan ibunda Zainal agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam pelaksanaan pilkada.

“Supaya mendapat kekuatan dalam menjalankan amanah sebagai pimpinan apabila nanti saya kembali terpilih menjadi bupati Magelang,” ujar Zainal optimistis.

Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 01 Bawang sebanyak 459 orang. Hingga waktu pencoblosan ditutup pukul sebanyak 388 pemilih telah menggunakan hak pilih. Sedangkan sisanya 71 orang tidak hadir. Perhitungan suara dimulai pukul 13.30. Diawali perhitungan suara untuk pilgub. Hasilnya, pasangan Ganjar – Yasin memperoleh unggul dengan meraup 281 suara.

Sementara Said – Ida mendapat 75 suara. Surat suara tidak sah 32 lembar atau 10 persen. Sedangkan untuk pilbup, pasangan Padi memperoleh 355 suara. Sedangkan Zaroh hanya mendapat 16 suara. Suara tidak sah sebanyak 14.

Di lokasi lain Wakil Bupati Magelang M. Zaenal Arifin menggunakan hak suaranya di TPS 1 Bojong, Giyanti, Candimulyo. M. Zaenal Arifin didampingi istrinya datang ke TPS pada pukul 07.30. Ada 465 DPT terdata di TPS tersebut.

“Saya berharap semoga pilkada tahun ini bisa berjalan aman, nyaman, dan berintegritas,” harapnya.

Dari hasil penghitungan suara TPS ini, pasangan Zaroh unggul dari Padi. Zaroh mendapat 385 suara, sedangkan Padi hanya 23 suara. Dari 429 pemilih yang hadir, 21 suara dinyatakan tidak sah. (dem/yog/fn)