BANTUL – Melestarikan tanaman langka bukan kewajiban pemerintah semata. Sekolah pun punya peran penting ikut melestarikan tanaman-tanaman tersebut.
Guna menciptakan sekolah rindang, nyaman dan sejuk, Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Bantul menanam 40 pohon langka. Tanaman tersebut mereka tanam di halaman sekolah.

Pohon yang ditanam berupa lima pohon anggur laut, lima pohon kupu-kupu, dan sepuluh pohon palem putri. Ditanam pula tiga pohon keben, tiga pohon biola cantik, dan tiga pohon kamboja kuning.

Selain itu ditanam pula satu pohon aleander, lima pohon tabe puya kuning, dan tiga pohon tabe punya ungu. Juga ditanam satu pohon palem putri besar, dan satu pohon kamboja tiga warna.

“Dipilih pohon langka sebagai sarana media pembelajaran bagi siswa,” kata kepala SLBN 1 Bantul Sri Muji Rahayu usai penanaman pohon Rabu (27/6). Kegiatan tersebut juga untuk menumbuhkan kesadaran mengelola lingkungan. Siswa tidak hanya diajarkan menanam tapi juga merawat pohon.

Diharapkan akan tumbuh rasa memiliki sekolah. Kemudian tumbuh rasa tanggung jawab menjaga lingkungan agar tetap bersih. “Siswa belajar pentingnya kebersihan dan terus membudayakan membuang sampah pada tempatnya,” kata Sri Muji.

SLBN 1 Bantul akan menjadi rujukan sekolah lain menciptakan suasana belajar nyaman, rindang dan sejuk. Sri Muji berharap sekolahnya berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan di Bantul.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Indriyanto mengatakan kesadaran adiwiyata (program pendidikan lingkungan hidup) di Bantul tinggi. Enam siswa peraih adiwiyata nasional, tiga di antaranya dari Bantul.

“Kegiatan seperti ini menjadi ladang produktif setiap sekolah untuk menjadi mendukung adiwiyata,” kata Indriyanto.

DLH Bantul memfasilitasi dan menjunjung sekolah adiwiyata. Salah satunya terwujud di SLBN 1 Bantul. “Diharapkan guru dan siswa bisa memelihara kenyamanan dan kesejukan di SLBN 1 Bantul. Bisa menjadi contoh sekolah lain,” kata Indriyanto. (ega/iwa/fn)