SLEMAN – General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Adisutjipto Jogjakarta Agus Pandu Purnama memastikan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) tepat waktu. Bandara ini ditargetkan beroperasi 2019.

Saat ini, sejumlah alat berat telah memasuki area pembangunan bandara. Terkait pemenang lelang konstruksi akan diumumkan minggu ini.
Artinya, tahapan awal pembangunan NYIA dapat segera dimulai. Adanya warga yang masih bertahan menolak bandara tetap menjadi catatan AP I.

“Beberapa waktu lalu kami bersama Pemkab Kulonprogo mengunjungi kawasan tersebut (penolak bandara). Rata-rata rumah sudah kosong dan tidak ditinggali meski ada yang bertahan,” kata Agus Pandu Purnama Rabu (27/6).

Langkah antisipasi telah disusun. Terutama bagi warga yang belum memiliki hunian pengganti pasca pindah. AP I bersama Pemkab Kulonprogo menyiapkan rumah sewa sebagai hunian sementara.

Pandu menuturkan rumah-rumah tersebut disewa oleh AP I sebagai hunian. Harapannya agar warga tetap memiliki hunian hingga memiliki hunian tetap. Dana konsinyasi bagi warga penolak masih dititipkan di Pengadilan Negeri Kulonprogo.

“Melihat keadaan saat ini (hunian para penolak bandara) tentu sudah tidak layak huni. Dana konsinyasi sudah ada, tinggal diambil. Kami pasti bantu untuk pengambilan dananya,” kata Agus Pandu.

AP I tidak ingin ada penggusuran paksa terhadap warga. Bahkan dalam pertemuan dengan Polda DIJ, dia belum bergeming terkait pengamanan. Timnya masih mengandalkan pendekatan persuasif.

“Kami berharap tidak ada konflik. Semuanya meninggalkan lahan NYIA dengan ikhlas. Dari Polda menunggu, tapi kami kedepankan pendekatan personal dahulu,” ujar Agus Pandu.

Ada sekitar 34 rumah dengan penghuninya yang bertahan di lahan NYIA. Namun separo di antaranya telah memiliki hunian di luar kawasan NYIA.
Pembangunan juga menyasar sejumlah akses pendukung. Termasuk pembangunan di ruas jalan Deandels sebagai penghubung bandara. Untuk saat ini akses jalan tersebut telah ditutup bagi kendaraan umum.

“Deandels sudah ditutup lagi setelah kemarin dibuka untuk arus mudik Lebaran. Kawasan itu nanti akan dibongkar dan dibangun underpass. Akses jalan ini akan menjadi ruas jalan pendukung menuju bandara baru,” kata Agus Pandu. (dwi/iwa/fn)