SOSIALISASI pilkada serentak oleh KPU Kota Magelang tak mampu membuat seluruh penduduk yang memiliki hak pilih mau menggunakan suaranya. Seperti di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Magelang. Dua warga binaan menolak mencoblos dalam Pilgub Jawa Tengah 2018 Rabu (27/6). Mereka adalah narapidana (napi) kasus terorisme.

Keduanya adalah GK, terpidana kasus pemboman di Surakarta pada 2016, dan TS, pelaku upaya penyerangan roket ke Singapura di tahun yang sama. GK menjalani hukumuan penjara empat setengah tahun, sedangkan TS tiga tahun.
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 15 Khusus Lapas Kota Magelang Yudi Winardi mengatakan, tanda-tanda kedua napi tersebut menolak berpartisipasi pada pesta demokrasi terlihat sejak awal. Bahkan, mereka apatis dengan sosialisasi KPU. “Itu karena ideologi mereka tidak mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya.

Dikatakan, TPS khusus tersebut tercatat 378 orang masuk daftar pemilih tetap (form C6), 90 pemilih tambahan, dan 42 lainnya menggunakan surat keterangan. Selain dua napi teroris, antusiasme warga binaan lapas dalam pilkada kali ini cukup tinggi. “Partisipasi pemilih biasanya mencapai 90 persen lebih, kali ini sepertinya sama,” ungkap Yudi.

Seno Wicaksono, 22, salah seorang napi kasus narkoba, mengaku senang bisa menyalurkan hak politiknya di tengah keterbatasan. Dia berharap, pemimpin yang terpilih membawa perubahan bagi Jawa Tengah menjadi lebih baik.

“Harapan kami Jateng semakin maju. Lalu bisa merevisi PP No 99 Tahun 2012, supaya ada masa PB (pembebasan bersyarat) untuk napi kasus narkoba,” harap warga Kota Magelang ini. Sementara itu, Wali Kota Magelang Sigit

Widyonindito bersama anggota Forkompinda meninjau beberapa tempat pemungutan suara (TPS) guna memastikan pelaksanaan pilgub berjalan lancar sesuai aturan.”Tinjauan ini dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung bagaimana jalannya pilkada serentak. Bagaimana tingkat partisipasi dan antusiasme masyarakat,” tutur Sigit.

“Saya lihat antusias warga mendatangi TPS sangat bagus. Tingkat partisipasi pemilih saya rasa juga lebih baik, tapi angka pastinya nanti setelah ada perhitungan resmi,” sambungnya.

Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan menyatakan, selama proses pencoblosan tidak menerima laporan adanya masalah. Kristanto menjamin keamanan tetap terjaga dengan baik. “Kalau ada masalah, silakan laporkan,” pintanya. (dem/yog/fn)