JOGJA-Salah seorang tokoh Tionghoa Jogja sekaligus pengusaha ulet R Herianto Kurniawan alias Hoei King Bing meninggal dunia Selasa malam (26/6). Tokoh yang akrab disapa Koh Bing itu meninggal dalam usia 59 tahun. Koh Bing lahir di Jogja pada 18 November 1958.

Ucapan belasungkawa terus mengalir dari kerabat dan masyarakat umum atas kepergian pemilik Toko Emas Kranggan itu. Bahkan di jejaring sosial Facebook milik Koh Bing, ucapan belasungkawa terus mengalir. Mereka mengungkapkan rasa kehilangan atas kepergian sosok yang merakyat dan akrab dengan awak media itu.

Karangan bunga sebagai ungkapan belasungkawa juga terus berdatangan di tempat persemayan jenazah. Saat ini, jenazahnya disemayamkan disemayamkan di Perkumpulan Urusan Kematian Yogyakarta (PUKY) Sonosewu. Menurut rencana jenazah Koh Bing akan dimakamkan di makam keluarga di Gunung Sempu.”Dijadwalkan pada Minggu (1/7) mendatang,’’ ujar salah seorang kerabat Koh Bing.

Menurut Manajer Toko Mas Kranggan Eko Hariadi, almarhum diketahui meninggal akibat serangan jantung. Tidak ada tanda-tanda apapun sebelum meninggalnya. Bahkan dia masih melakukan aktivitas ehari-hari seperti biasanya.

Koh Bing diketahui pamit tidur. Tetapi sekitar pukul 23.00 ketika hendak dibangunkan tidak ada respons dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bethesda.”Di rumah sakit dinyatakan beliau sudah meninggal,” tambahnya.
Bagi Cahya Wibowo selaku pengurus Yayasan Bhineka Tunggal Ika, kepergian Koh Bing mengagetkan. Karena pada Selasa siang Koh Bing masih menyempatkan untuk datang ke sekolah BTI. “Siang sebelum kepergiannya, beliau datang ke sekolah Bhinneka berbincang-bincang dengan para guru,” ujarnya.

Koh Bing yang dikenalnya selama ini adalah orang yang akrab dengan berbagai kalangan masyarakat. Tidak menonjolkan sosoknya sebagai orang Tionghoa maupun Jawa. “Tapi yang ditonjolkan kebersamaan dan persatuan, itu juga yang dilakukan selama ini di BTI,” jelasnya.

Hal lain yang dikenangnya adalah pemilik toko emas Kranggan itu sebagai orang dengan jiwa sosial yang tinggi. Bahkan Koh Bing sering membuat kuis di media sosial dengan hadiah pulsa bagi yang menjawabnya. “Beliau itu banyak menolong tanpa pamrih,” terangnya.

Koh Bing merintis bisnis toko emasnya sejak 1985 bersama istrinya Titin Susilowati. Selain toko emas, dia juga memiliki beberapa usaha lain, di anatranya di bidang kecantikan. Selain aktif di bidang sosial, Koh Bing juga dikenal sebagai tokoh yang aktif di dunia seni, khususnya seni musik. (pra/din/fn)

Manajer Toko Mas Kranggan Eko Hariadi yang sejak 2001 bekerja bersama Koh Bing mengatakan terakhir kali bertemu sosok Koh Bing pada Selasa (26/6/2018) malam pukul 19.00 WIB saat almarhum menutup pintu toko dan berpamitan pulang. “Seharian itu masih sehat, saya pukul 23.00 WIB ditelepon karyawan yang mau beri tahu, tetapi handphone saya mati. Baru pukul 04.00 WIB saya tahu kabar ini, saya masih tidak percaya sampai saat ini kalau bapak sudah tidak ada,” kata Eko ditemui di PUKJ Bantul, Rabu.

Almarhum diketahui meninggal karena serangan jantung. Eko mengatakan, menurut cerita dari istri almarhum, sehari sebelumnya, almarhum sempat mencuci baju dan celananya. Bahkan, Eko memaparkan, almarhum menyuruh istrinya menjahit lubang-lubang di kain-kain yang ada di rumah.

“Pas hari Selasa malam itu, bapak sempat nyirami tanaman yang sehari sebelumnya beliau suruh saya untuk rapikan. Itu agak aneh. Saya merasa, kok seperti tidak ada hari esok sampai harus hari itu juga? Kemudian setelah itu bapak merasa agak tidak enak badan,” paparnya.

Eko mengatakan almarhum sempat meminum obatnya dan pamit beristirahat duluan dengan sang istri yang masih menjahit lubang-lubang di kain penutup meja. Saat istrinya menghampiri, almarhum tidak menunjukkan pergerakan. “Sempat dibawa ke RS Bethesda, tetapi ternyata tidak tertolong,” kata Eko.