MUNGKID – Status Gunung Merapi yang masih “waspada” membuat beberapa TPS di Kecamatan Srumbung dan Sawangan, Kabupaten Magelang, termasuk rawan bencana. Hal ini membuat TPS 05 Dusun Soko (Desa Ngargosuko) dan TPS 01 Dusun Pule (Desa Tegalrandu) menjadi penting. Dua TPS ini dikunjungi Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, Rabu (27/6).

“Ini memang paling dekat dengan daerah rawan bencana. Kemarin kan ada erupsi, sehingga kami datang itu untuk menyemangati dan memastikan juga kondisi di sini aman,” kata Kapolda. Keduanya ditemani pejabat lain, naik helikopter yang mendarat di Lapangan Pasturan, Muntilan. Rombongan langsung menuju dua TPS yang hanya berjarak sekitar 7 Km dari puncak Gunung Merapi itu. Mereka sempat melihat proses pencoblosan dan berbincang dengan warga.

“Tentu di sini di luar pilkada itu kan terus dilakukan pembinaan oleh Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Magelang dan terus mengikuti perkembangan dari Gunung Merapi, sehingga warga sudah terbiasa jika ada peningkatan status. Jika harus mengungsi, juga sudah terbentuk pola pengungsian sister village,” lanjutnya.

Kapolda mengaku pada hari tenang menjelang pencoblosan pihaknya menemukan adanya pelanggaran, yakni kasus politik uang di Temannggung dan sudah ditangani Panwas. Meski demikian, secara keseluruhan monitoring di sejumlah TPS di Jateng, suasana pencoblosan masih berlangsung lancar dan sesuai waktu yang ditetapkan KPU.

“Sampai siang ini (pukul 12.00) semua laporan kabupaten atau kota, Polres dan Kodim lancar. Rata-rata sudah mencapai 83 persen seluruh daerah. Ini tepat waktu. Diperkirakan jam 12 selesai, tinggal menunggu jika ada yang di luar DPT,” jelasnya.

Sementara terkait netralitas di jajarannya dalam proses pilkada kali ini, Kapolda menjamin hingga kini masih bersih, tidak ada laporan pelanggaran yang masuk. Namun jika ditemukan, anggota Polri akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Sudah jelas kami itu bisa dikenakan disiplin, kode etik. Kemudian juga dikenakan UU Pemilu. Sejauh ini belum ada (pelanggaran), kami sudah membuka akses kepada masyarakat apabila ada anggota TNI-Polri (yang melanggar), bisa melaporkan ke Panwas di setiap desa, kecamatan, kabupaten ada. Atau langsung lapor ke Polres, Kodim maupun Polda,” tegasnya.

Setelah melakukan peninjauan di TPS lereng Gunung Merapi ini, Kapolda bersama rombongan melanjutkan ke Kabupaten Temanggung dan Banyumas. (dem/laz/fn)