JOGJA – Upaya preventif dilakukan oleh aprat kepolisian yang ada di Jogja, untuk mengantisipasi aksi klithih yang kembali mencuat. Seperti yang terjadi Selasa dini hari (26/6). Empat orang pelajar di bawah umur diamankan petugas Polsek Kraton karena hendak tawuran dengan kelompok lain.

Kapolsek Kraton Kompol Etty Haryanti menjelaskan, mereka hendak tawuran di sekitaran Pojok Beteng Wetan. Mereka ditangkap saat berkumpul dengan sekitar 30an orang dan sejumlah sepeda motor. Ketika diamati, mereka miliki gestur seperti akan mendatangi kelompok tertentu.

”Karena mencurigakan, kami datangi kelompok tersebut. Saat didekati mereka bubar dan hanya empat yang berhasil kami tangkap,” kata Etty Rabu (27/6).
Mereka yang ditangkap seluruhnya masih di bawah umur. Mereka yakni, ANP,15, MGP,12, dan NPS,16, ketiganya warga Penembahan, Kraton, Jogja.

Sedangkan satu orang lagi yaitu MRR,15, warga Patehan, Kraton. Keempatnya merupakan pelajar SMP. ”MGP masih duduk di bangku sekolah dasar,’’ katanya.
Setelah dimintai keterangan, keempatnya mengakui sengaja berkumpul untuk melakukan tawuran dengan kelompok sekolah lain. Selanjutnya, aparat melakukan pembinaan terhadap keempat pelajar tersebut.

Selain itu, orangtua dan pihak sekolah juga telah dihubungi untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali. Setelah menjemput anak mereka, para orang tua diimbau untuk melakukan pengawasan dan tidak membiarkan anak mereka nongkrong sampai larut malam. ”Jangan sampai anak kita menjadi korban dari pelaku tindak kejahatan,” pesannya.

Kapolresta Jogja AKBP Armaini meginstruksikan pada jajaran kepolisian di bawah wilayah hukum Polresta Jogja, untuk aktif melakukan patroli intensif. Meski saat ini masih memasuki libur sekolah bukan tidak mungkin tindak kejahatan di jalan terjadi. Dia pun mencontohkan kejadian di Danurejan. Yakni kasus pembacokan terhadap seorang pelajar oleh kelompok lain. (bhn/din/fn)