PURWOREJO – Bupati Purworejo Agus Bastian dan istrinya Riri Fatimah Verena Prihastyari baru bisa menggunakan hak pilihnya selepas pukul 12.00 Rabu (27/6). Ia tidak bisa mencoblos di awal waktu seperti halnya masyarakat lainnya karena namanya tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018.

Pencoblosan dilakukan usai monitoring ke sejumlah TPS yang ada di Purworejo bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Purworejo. Seperti halnya bupati-bupati sebelumnya, Agus Bastian menyalurkan suaranya di TPS 17 yang berada di RW 13 Kelurahan/Kecamatan Purworejo di SMP Bruderan. Kompleks Pendopo Kabupaten sendiri masuk dalam wilayah RW 13 atau hanya sekitar 200 meter dari rumah dinas bupati.

Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Purworejo Candra Sakti mengungkapkan, di TPS 17 Kelurahan Purworejo terdapat 225 pemilih, dan nama bupati beserta istrinya belum masuk ke DPT karena terjadi miskomunikasi. Kartu Keluarga (KK) atas nama Agus Bastian sebenarnya sudah ada di wilayah setempat, namun belum ditindaklanjuti oleh RT dan RW setempat.

“Prosedural administrasi sebenarnya sudah bisa masuk, tapi memang tidak ada dalam data di RT atau RW, sehingga saat dilakukan coklit (pencocokan dan penelitian, Red) oleh petugas tidak diketahui,” jelas Candra.

Secara langsung Candra juga memberikan penjelasan kepada bupati terkait hal tersebut. Tidak ada permasalahan yang berarti karena
bupati tetap bisa memberikan suaranya dan masuk dalam daftar pemilih
tambahan.

“Beliau tetap bisa memberikan suaranya dan sebelum mencoblos sesuai aturan yang ada tadi (kemarin, Red), bupati dan istri juga menunjukkan KTP elektronik yang dimiliki kepada PPS,” tambahnya. (udi/laz/fn)