Biologi merupakan bidang kajian yang luas, tapi bukan berarti tidak punya spesifikasi. Luas dalam arti bisa masuk ke semua lingkup departemen keilmuan, seperti pertanian, kesehatan, lingkungan maupun pangan. Keluwesan ini punya spesifikasi masing-masing, sehingga prospek ke depan sangat cerah. Ada banyak peluang yang bisa diraih.

Berkembangnya ilmu teknologi biologi juga mengikuti perkembangan zaman. Ini direpresentasikan dengan bioteknologi. Bioteknologi disebut juga sebagai ilmu yang tidak ada matinya, karena bisa masuk ke pelbagai bidang. Seperti bioteknologi pangan, bioteknologi kesehatan, maupun bioteknologi lingkungan.
Program Studi (Prodi) Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta sangat fokus pada biologi industri yang didukung oleh bioteknologi. Pencanangan pendidikan kewirausahaan oleh pemerintah kemudian dikaitkan dengan mata kuliah yang diberikan, mulai dari rancang bangun industri berbasis biologi.

“Dengan berbagai kajian yang sudah dilakukan, kami sangat optimistis kajian biologi bisa berkontribusi di pelbagai bidang, bahkan sangat berguna menyumbang pemikiran di semua lini keilmuan,” ujar Kepala Prodi Biologi

Fakultas MIPA UAD Listiatie Budi Utami saat ditemui Radar Kampus (6/6).
Pembelajarannya fokus pada empat bidang yaitu Ekologi, Botani, Mikro Biologi, dan Zoologi. Masing-masing bidang punya mata kuliah masing-masing. Untuk mengembangkan ilmu lebih aplikatif, Prodi Biologi UAD juga bekerjasama dengan pelbagai industri untuk kerja praktik mahasiswa, agar mempunyai pengalaman bekerja di bidang industri selama satu bulan. Ini untuk membekali mahasiswa aktif di bidang industri.

Biologi UAD bahkan sudah mengembangkan bioteknologi pada bidang pangan. Beberapa lulusannya sudah ada yang mengembangkan usaha. Salah satunya pembuatan nata de coco yang omzetnya hingga kuintalan. Juga usaha pembuatan kecap, abon, yang memang memperhatikan kehigienisan produk, sekaligus pengawetannya. Dengan demikian punya dampak positif dalam hal sumbangsih di bidang pangan.

Selain itu juga mengembangkan konservasi yang konsen pada lingkungan DIJ. Dosen Biologi UAD ini menyebut, bahkan sudah bekerjasama dengan Pemkab Bantul untuk mengembangkan konservasi mangrove. Selain itu, konservasi penyu untuk dilepas ke pantai dengan mengajak warga dan mahasiswa senantiasa melestarikan alam dan keseimbangannya.

“Ini dilakukan atas kesadaran bahwa DIJ adalah salah satu tujuan wisata. Jadi kalau tidak diimbangi dengan teknologi yang tepat, tentu akan terjadi ketimpangan. Jangan sampai kita kehilangan spesies,” jelas Listia, sapaannya.
Selain itu, baik dosen maupun mahasiswa dibekali dengan pengembangan bidang penelitian. Salah satunya di bidang botani, yaitu bidang tanaman yang tidak lepas dengan lingkungan. Seperti penelitian di bidang obat, termasuk tanaman yang punya dampak atomaterapi dan perlindungan tanaman. Ini untuk mengendalikan pencemaran lingkungan. Baik struktur, maupun fungsi agar ketika akan melakukan pemuliaan tanaman, lebih mudah untuk dilakukan lewat kajian yang telah dilakukan. Pemuliaan tanaman biasanya dilakukan untuk mendapatkan bibit unggul.

Setelah mendapat akreditasi A pada akhir 2014, peminat Prodi Biologi terus mengalami peningkatan. Pada 2015 menerima 100 mahasiswa, tahun 2016 ada 129 mahasiswa, dan tahun 2017 menjadi 157 mahasiswa. “Ini yang sudah final registrasi. Kalau peminatnya masih banyak lagi,” jelas Listia.

Selain diajarkan ilmu biologi, prodi ini juga menanamkan biologi industri dan bioteknologi dengan warna Islami. “Setiap kuliah kami usahakan tadabbur Alquran dan mengintegrasikan ayat yang ada di dalamnya dengan ilmu biologi yang sudah ada,” ungkap Listia.

Sehingga ke depannya sesuai dengan motto UAD yaitu moral and intelektual integrity, lulusan Prodi Biologi bisa mengembangkan ilmunya secara profesional. Tentu sesuai kriteria yang telah dipilih. (ega/laz/fn)