SLEMAN – Sebagai jalan alternatif, jalan desa kerap dijadikan jalur truk pasir Merapi. Akibatnya, jalan desa banyak yang rusak. Warga Desa Wukirsari pun mengeluhkan hal tersebut.

“Sempat beberapa kali kami ajukan proposal perbaikan jalan. Namun belum ada hasilnya. Terpaksa warga mengeluarkan dana sendiri untuk memperbaikinya,” kata salah seorang warga Wukirsari Suraji Rabu (27/6).

Desa Wukirsari memiliki luas sekitar 1.600 hektare. Mempunyai jalan desa dengan panjang sekitar 30 kilometer. Jalan desa tersebut masih menjadi jalur truk pasir dan sering rusak. Padahal juga menjadi jalan warga.

Suraji ingin Pemkab Sleman segera memberikan solusi. Salah satunya memisahkan fungsi jalan. Membuat jalur khusus truk pasir untuk meminimalisasi kerusakan jalan desa.

”Kami dan perangkat desa mengusulkan dibangun jalur khusus truk pasir. Agar jalan desa tidak sering rusak,” kata Suraji.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan idealnya ada jalan khusus truk pasir. Usulan warga Wukirsari akan dipertimbangkan Muslimatun.
Menurut dia saat ini ada undang-undang tentang infrastruktur desa yang diurus oleh desa. ‘’Namun jika untuk kepentingan umum, Pemkab akan membantu desa,’’ kata Muslimatun.

Dia berjanji akan segera memerbaiki jalan rusak akibat truk pasir. ‘’Sopir-sopir truk akan kami ajak bicara agar lewat jalur khusus truk. Jalurnya sudah ada. Tapi ada yang membandel,” kata bidan perempuan tersebut. (ita/iwa/fn)