PSSI Upayakan Peminjaman dari Lechia Gdansk

JOGJA – Timnas Indonesia U-19 semakin mematangkan diri jelang turun di turnamen Piala AFF yang rencananya dimulai 1 Juli mendatang di Sidoarjo. Namun di tengah-tengah persiapan itu, kabarnya terancam tanpa diperkuat gelandang Egy Maulana Vikri.

Kabarnya klub Egy, Lechia Gdansk, tidak bersedia melepas pemain berusia 18 tahun tersebut lantaran dalam pemusatan latihan (TC) di Cetniewo, Polandia, pada 25 Juni-1 Juli.

Nah, jika betul nantinya Egy tidak nongol di Sidoarjo, hal itu menjadi kehilangan besar kedua bagi Garuda Nusantara. Sebab sebelumnya, bek tengah andalan Rachmat Iriyanto juga harus absen lantaran mendapatkan cedera patah tulang.

Meskipun demikian, Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri berharap eks Persab Brebes itu masih bisa bergabung ke dalam tim. “Nanti kalau dia ke sini kan kecele semua. Mudah-mudahan bisa bergabung dengan tim,” ujar Indra usai memimpin latihan di Lapangan UNY, kemarin.

Pria yang sebelumnya melatih Bali United itu menyebut, saat ini PSSI sedang mengurus izin peminjaman Egy dari Lechia Gdansk. Termasuk menghubungi Piotr Stokowiec, yang sedari awal menginginkan seluruh pemain mengikuti TC menuju kompetisi musim 2018-2019. “Baru diurus PSSI soal izin. Ditunggu saja, karena mengurus izin dengan klub luar negeri tidak segampang asal ambil pemain. Ada proses yang harus dilakukan,” bebernya.

Indra Sjafri juga menyebut, dengan ataupun tanpa Egy timnya akan tetap siap tempur. Menurutnya Garuda Nusantara tidak akan tergantung pada satu-dua pemain. Selain itu, pelatih yang sedang menempuh kursus AFC Pro itu sudah menyiapkan skema bermain jika nanti Egy dipastikan tidak berada dalam tim. “Jangan khawatir, ada banyak strategi kami siapkan. Main bola itu 11 pemain, bukan seperti main catur yang kalau satu pemain absen lalu tidak bisa main,” ucapnya.

Kondisi tersebut mengingatkan pada turnamen musim 2013 lalu. Ketika itu Timnas U-19 juga ditinggal Gavin Kwan Adsit yang saat itu menjadi kapten tim. Namun ternyata Evan Dimas Darmono dkk bisa meraih juara ketika final juga digelar di Sidoarjo Jawa Timur. (riz/din/ong)