JOGJA – Jalan Suroto Kotabaru bersiap menjadi jalur pedestrian baru setelah Jalan Malioboro maupun Jalan Pasar Kembang. Revitalisasi kawasan pedestrian di Jalan Suroto untuk menegaskan kawasan cagar budaya (KCB) tersebut sebagai garden city bergaya Indis.

“Kemajuan kota bukan dilihat dari berapa banyak kendaraan pribadi. Namun ketika warganya bisa nyaman berjalan di trotoar,” ujar Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengawali pekerjaan revitalisasi jalur pedestrian Jalan Suroto Selasa (26/6).

Menurut dia jalur pedestrian di Jalan Suroto menjadi awal pekerjaan jalur pedestrian lain di kawasan Kotabaru. Penataan tidak hanya akan dilakukan dengan memperbaiki trotoar di Jalan Suroto.

Kawasan tersebut akan dilengkapi fasilitas pendukung berupa kursi, wifi, dan ornamen penghias lain. “Harapannya kawasan Jalan Suroto bisa menjadi area publik yang nyaman,” ungkap HS.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Agus Tri Haryono mengatakan anggaran yang digunakan diambilkan dari Dana Keistimewaan (Danais). “Targetnya 23 Desember 2018 seluruh pekerjaan selesai,” ungkapnya.

Saat pekerjaan fisik dilakukan, tidak akan dilakukan penutupan jalan. Sehingga pengguna jalan diharapkan memahami karena dimungkinkan terjadi gangguan lalu lintas.

Begitu pula dengan pemilik usaha di sepanjang Jalan Suroto diminta memberikan dukungan. “Pekerjaan akan dimulai dengan pembongkaran trotoar lama. Dilanjutkan pergeseran tiang listrik dan tiang lampu penerangan jalan,” ujar Agus.

Trotoar yang semula lebar 1,1 meter dibuat menjadi 2,4 meter. Mengubah drainase terbuka menjadi tertutup. Ukuran saluran ditingkatkan menjadi 80×80 sentimeter.

Total panjang trotoar yang akan direvitalisasi di Jalan Suroto dua kilometer. ”Tentu dilengkapi guiding block bagi penyandang tunanetra. Berkonsep ramah disabilitas,” kata Agus. (pra/iwa/ong)