Ingin Merumput di Eropa dan Jadi Pelatih Profesional

Menjadi bagian Timnas U­19 membuat Syahrian Abimanyu menjadi idola anak muda. Banyak penggemar yang selalu meminta foto atau tanda tangan. Bahkan saat mudik Lebaran.

Rizal SN, Sleman 

SESi latihan penggawa Tim Nasional (Tim­nas) Indonesia U­19 baru saja selesai. Satu­ persatu pemain berjalan keluar dari gerbang Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta. Di depan gerbang sudah banyak penggemar menunggu mereka.

Foto bersama atau sekadar minta tanda tangan, tak masalah bagi Abi, sapan akrabnya. Bagi sosok kelahiran 25 April 1999, itu hal wajar. Bahkan, ketika mudik dia diundang bupati Ban-jarnegara dan manajer Persiba-ra Banjarnegara. Abi pun mera-sa senang dan tentu saja bangga. Karena undangan itu termasuk dukungan baginya dan tim.

dukungan baginya dan tim.Abi bahkan sempat ditawari bergabung Persibara Banjarnegara. Namun, dia berharap Persibara bisa promosi dulu ke kasta tertinggi.

”Sementara saya fokus dulu di Sriwijaya FC dan Timnas U-19. Pak bupati berpesan selalu menjaga nama baik daerah dan bermain sebaik-baiknya bagi Timnas Indonesia,” ungkapnya.

Bakat sepak bola Abi ditempa langsung oleh ayahnya. Anak tunggal pasangan Rasiman dan Nur Setiati itu menekuni sepak bola sejak umur 5 tahun.˜

”Ayah pernah main di Persikab Kabupaten Bandung. Umur lima tahun saya dimasukkan ke SSB UMS Lebakbulus. Terus pindah ke Asiop Apac Inti Jakarta, SSB Arsenal, lanjut ke JFA (Jakarta Football Academy). Lalu 2010 sempat ke Swedia ikut Gothia Cup,” papar penggemar klub Barcelona itu.

Bersama JFA, Abi sempat men-jalani turnamen di Inggris dan Spanyol. Berkat kemampuannya mengolah si kulit bundar, dia dilirik Fachri Husaini, pelatih Timnas U-19 ketika itu. Namun, pada 2015 Indonesia mendapat pembekuan dari FIFA.

Setahun kemudian, setelah lepas dari banned, Abi juga ma-suk dalam skuad U-19 asuhan Eduard Tjong. Lalu berturut- turut pada 2017 dan 2018 menjadi bagian tim asuhan Indra Sjafri.

Penggemar Xavi Hernandez dan Firman Utina itu berharap, pada edisi ketiga ini dirinya bi-sa mempersembahkan prestasi bagi Indonesia. Terlebih sebagai tuan rumah. Wajar jika ekspek-tasi dan harapan masyarakat pecinta sepakbola Indonesia sangat tinggi.

”Kami berusaha yang terbaik,” tutur penggemar Play Station itu.˜

Selain bisa membawa Timnas lolos Piala Dunia U-20, dia juga masih berharap suatu saat bisa bermain di luar negeri. Bermain di Eropa, menurutnya, menjadi cita-cita hampir semua pemain sepak bola. Pemain yang men-jagokan Argentina di Piala Dunia 2018 itu mengaku sudah fokus menjadikan sepak bola sebagai cita-citanya.˜

”Jika nanti sudah tidak main bola lagi, kalau karirnya panjang, saya ingin mempelajari ilmu kepelatihan dan jadi pelatih. Biar banyak pemain Indonesia yang bagus dan bisa bersaing dengan negara lain,” ujarnya berangan-angan.(yog/ong)