KULONPROGO – Pemkab Kulonprogo kembali menyiapkan 100 rumah bagi warga miskin terdampak pembangunan New Yoyakarta Internatonal Airport (NYIA). Rumah tersebut dibangun di tanah Kadipaten Puro Pakualaman bersistem magersari.

“Kami siapkan rumah seperti yang ada di Kedundang,” kata Assek II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kulonprogo Sukoco saat meninjau lahan calon relokasi magersari di Desa Kaligintung, Temon kemarin (26/6).

Pengecekan lapangan tersebut menindaklanjuti hasil pertemuan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dengan Wakil Gubernur (Wagub) DIJ Paku Alam (PA) X. Wagub sebagai adipati Kadipaten Pakualaman.

“Dalam pertemuan itu sudah disampaikan rencana pemkab mengakomodir warga miskin terdampak bandara yang belum punya rumah,” kata Sukoco.

Penghuninya nanti adalah warga terdampak NYIA yang miskin. Proses pembangunannya menggunakan dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Hasil pengecekan untuk memastikan lahan yang tersedia cukup untuk membangun permukiman. Sekaligus dipakai untuk melengkapi berkas ke Puro Pakualaman,’’ kata Sukoco.

Terdapat lahan 1,1 hektare terdiri dari lima bidang tanah Pakualaman. ‘’Rencananya permukiman akan dilengkapi fasilitas umum dan fasilitas sosial,” ujar Sukoco.

Kabid Perumahan dan Pemukiman, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo Suparno menambahkan, saat ini ada 99 warga yang terdata. Mereka merupakan warga miskin terdampak NYIA.

“Data tersebut dari pemerintah desa yang akan diverifikasi lagi. Sementara waktu, mereka masih tinggal di rumah keluarganya,” kata Suparno.

Kepala DPUPKP Gusdi Hartono menegaskan, proses penganggaran Pusat untuk APBD 2019 sudah selesai. Jika usulan direspons, akan terealisasi pada 2019 melalui perubahan APBN.

“Untuk proses pengajuan ke Pusat masih menunggu izin Kadipaten Pura Pakualaman sebagai pemegang legalitas kepemilikan lahan guna memastikan lahan yang ada tidak dalam status sengketa,” kata Gusdi. (tom/iwa/ong)