PURWOREJO – Anggota Polres Purworejo yang diturunkan dalam pengamanan Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah tidak dilengkapi senjata api. Petugas yang sebelumnya membawa senpi, dalam tugas pengamanan kali ini hanya dilengkapi alat pentungan saja, sementara senpi untuk sementara waktu ditarik.

“Senjata yang lain kami tarik dulu, karena ini berhubungan dengan
masyarakat,” jelas Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya usai
memimpin apel pergeseran pasukan Operasi Mantap Praja Candi 2018 untuk pengamanan Pemilukada Jawa Tengah di halaman Mapolres Purworejo, Senin sore (25/6).

Dijelaskan, petugas hanya diberikan senjata berupa tongkat T dan pemanfaatannya sendiri untuk berjaga-jaga semata. Hal lain yang juga cukup menarik dalam apel itu adalah keberadaan tas ransel yang dikenakan petugas saat mengikuti apel.

“Petugas memang akan selalu membawa tas untuk tempat beberapa
kebutuhan mereka. Karena mereka ini akan bertugas selama tiga hari dan harus selalu ada di tempatnya berguas,” jelas Teguh.

Setidaknya mulai hari ini (26/6) hingga Kamis (28/6), anggota bisa
tidak pulang untuk melakukan pengamanan baik di TPS maupun PPS tempat mereka ditugaskan. Dirinya juga meminta agar anggota berpamitan dengankeluarga untuk tugas yang harus diemban mereka.

“Kita minta semua petugas yang terlibat fokus di tempat mereka
ditugaskan,” katanya. Diungkapkan pula, walaupun petugas tidak diberikan senjata api, namun pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan. Belum adanya potensi kerawanan yang menonjol, namun petugas bersenjata lengkap tetap disiapkan setidaknya di dua titik yakni di wilayah Kutoarjo dan Purworejo.

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti juga menitipkan pesan
keamanan di Kabupaten Puworejo bagi anggota baik dari unsur Polres dan TNI serta Linmas yang terlibat. Ia berharap, hajat besar warga
Jawa Tengah itu bisa berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang
diharapkan masyarakat banyak.
“Slogan adem ayem dan tentrem harus kita pegang semua,” tutur Wakup Sleman.

Sementara itu, Dandim 0708 Letkol Inf Muchlis Gasim mengatakan jika pekerjaan yang disandang petugas adalah tugas berat namun mulia. Bisa terlibat untuk menjaga setiap detik hingga pencoblosan, menurutnya, adalah tugas yang luar biasa.
“Tidak semua memiliki kesempatan terlibat dalam pengamanan ini. Untuk itu, saya meminta semuanya harus memiliki komitmen untuk pengalaman yang terbaik ini,” kata Gasim. (udi/laz/mg1)