JOGJA – Sebagai sebuah instiusi pendidikan, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) turut serta melakukan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk pengabdian tersebut diwujudkan dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN).
KKN UAJY telah diselenggarakan puluhan kali di bawah koordinasi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) sebagai kegiatan intrakurikuler dan merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan studinya. KKN pada semester ini merupakan KKN ke-73.
UAJY melakukan upacara pelepasan KKN 73 di halaman Kampus 2 UAJY, Selasa (26/6). Acara tersebut dihadiri oleh Dr. I Putu Sugiartha Sanjaya, SE, M.Si, Ak. CA selaku ketua LPPM dan The Jin Ai, ST, MT, Dr.Eng selaku Wakil Rektor I.
“Kegiatan KKN diharapkan dapat mewujudkan karya-karya nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni,” jelas Putu dalam sambutannya.
Peserta KKN 73 merupakan mahasiswa dari berbagai prodi. Dalam KKN ini, mahasiswa yang diterjunkan sebanyak 1.090 dan dibagi menjadi 163 kelompok. Setiap kelompok didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Asisten Dosen Pembimbing Lapangan (ADPL).
Pada semester ini, mahasiswa peserta KKN diterjunkan di Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, serta Kabupaten Ketapang, Sintang dan Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat. Juga Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat. Khusus di Kabupaten Kepulauan Mentawai, mahasiswa UAJY diterjunkan bersama dengan mahasiswa-mahasiswa lain dari 5 universitas yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK).
“Saya berpesan kepada mahasiswa supaya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan warga sekitar sehingga terjalin hubungan yang baik antara mahasiswa dan warga,” kata The Jin Ai dalam sambutannya.
Pelaksanaan KKN di Kecamatan Semin berlangsung tanggal 26 Juni-25 Juli 2018, di Kabupaten Ketapang dan Sintang di mulai pada 30 Juni 2018 dan berakhir pada akhir Juli 2018. Sebelum penerjunan, mahasiswa diberi bekal dengan pengetahuan-pengetahuan praktis yang akan dikembangkan di desa bersama warga setempat. (ila)