MOSKOW – Meski negaranya gagal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2018, kiper Iran Alireza Beiranvand layak mendapatkan acungan jempol. Dia berhasil menggagalkan penalti megabintang Portugal dalam laga terakhir Grup B di Mordovia Arena, Selasa dini hari (26/6).
Beiranvand sukses mengantisipasi sepakan penalti Ronaldo, membuat skor tetap 1-0 buat Portugal. Di akhir pertandingan, kedudukan menjadi 1-1. Bagi Ronaldo, kegagalan itu membuat dirinya menjadi pemain Portugal yang gagal mengeksekusi penalti sepanjang sejarah Piala Dunia.
Selain keberhasilan menggagalkan penalti Ronaldo, Beiranvand juga patut diapresiasi karena kisah hidupnya sangat heroik.
Di balik catatan manisnya, penjaga gawang berusia 25 tahun itu sebenarnya punya cerita mengharukan. Menurut Sportbible, Beiranvand sempat meninggalkan rumah saat masih muda demi mengejar mimpinya menjadi pesepakbola profesional. Saat itu dia sempat tidak tinggal di rumah untuk sementara waktu.
Guardian melansir, Beiranvand dulunya bekerja serabutan, kadang di pabrik pakaian, cuci mobil atau bahkan pembersih jalan. Sebelum melakoni masa-masa perjuangan di jalanan, Beiranvand muda juga terpaksa melakoni kehidupan yang getir. Dia melarikan diri dari rumah.
Beiranvand membulatkan tekad untuk jauh dari keluarga karena ingin mewujudkan mimpinya menjadi pemain sepak bola profesional. Dia pun menjadi tunawisma. “Saya tidur di dekat pintu klub, dan ketika bangun di pagi hari, orang melempar koin buat saya. Mereka mengira saya pengemis,” ujar Beiranvand.
Pemain yang kini bermain di klub Persepolis di Persian Gulf Pro League itu berjuang meraih mimpinya. “Ya, saya lama tidak merasakan sarapan enak,” ujarnya. Kehidupan pahit kini berganti masa-masa manis. Mimpi Beiranvand terwujud. (jpnn/ila)