GUNUNGKIDUL – Serangan Ubur-Ubur di sejumlah objek wisata (obwis) pantai kian mengkhawatirkan. Sebagai buktinya, dalam dua hari terakhir sedikitnya 23 wisatawan tersengat binatang laut beracun tersebut.

”Sabtu lalu ada 15 wisatawan. Hari ini ada 8 wisatawan yang disengat,” sebut Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul Marjono Minggu (24/6).

Banyaknya wisatawan yang tersengat, Marjono menduga lantaran tidak sedikit hewan berwarna biru tersebut terdampar di pantai. Nah, korban sengatan yang notabene anak-anak tidak menyadari bahwa binatang tergolong ke dalam kelas Scyphozoa tersebut beracun.
”Mereka (anak-anak) menjadikannya sebagai mainan,” ucapnya.

Marjono mencatat nyaris seluruh pantai di Gunungkidul belakangan ini terdapat Ubur-Ubur terdampar. Kecuali Pantai Baron. Sebab, di pantai ini terdapat muara aliran sungai.
”Ada air tawar, sehingga Ubur-Ubur tidak berani ke pinggir,” ujarnya.

Dikatakan, terdamparnya Ubur-Ubur merupakan fenomena tahunan. Marjono memperkirakan fenomena ini berlangsung hingga Agustus. Kendati sengatannya menyebabkan gatal, Marjono meminta wisatawan tak perlu khawatir. Tim SAR telah mempersiapkan sejumlah langkah. Di antaranya dengan menggandeng sejumlah puskesmas dan dokter.
”Kami minta sewaktu-waktu dapat memberikan pertolongan,” tuturnya.

Langkah antisipasi lain yang dilakukan adalah membersihkan kawasan pantai dari Ubur-Ubur. Menurutnya, personel tim SAR intens menyisir kawasan pantai. Ubur-ubur yang terdampar di pantai bakal dikumpulkan lalu dikubur.
”Tapi kami tetap meminta wisatawan jangan menyentuh Ubur-Ubur yang terdampar,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Priyanta Madya memberikan kiat pertolongan pertama pada korban yang terkena sengatan ubur-ubur. Caranya, dimulai dengan mencabut serpihan sengatan yang menusuk kulit. Setelah itu, mencuci bagian luka dengan cuka. Ini berfungsi untuk mematikan racun.
”Jika tidak ada cuka, campurkan baking soda dengan air laut. Kompres luka dengan handuk yang dicelup air hangat. Jangan basuh dengan menggunakan air dingin karena bisa memperburuk luka,” kata Priyanta. (gun/zam/mg1)