(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

JOGJA memiliki wisata alternatif yang terdapat di lahan seluas sembilan hektare. Tepatnya di Desa Sedangadi, Mlati, Sleman.

Tempat wisata tersebut diberi nama Jogja Exotarium. Merupakan kebun binatang mini dan pusat edukasi. Pengunjung bisa mengenal lebih dekat fauna dan flora yang menjadi koleksi Jogja Exotarium Mini Zoo & Education Center.

Jogja Exotarium berdiri 23 Desember 2017. Diresmikan istri Gubernur DIJ Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

Menurut Direktur Jogja Exotarium Akbar Taruna, pengunjung dapat bercengkerama dan berswafoto dengan satwa. Pengunjung juga dapat bermain di wahana yang disediakan.

“Di sini ada wahana outbond, menangkap ikan dan berkuda,” kata Akbar.
Jogja Exotarium terbagi beberapa zona. Ada zona kura-kura baik kura-kura darat maupun air. Zona hewan nokturnal seperti musang, sugar glider.

Ada juga zona kelinci. Zona reptil berkaki seperti iguana, biawak, tokek, dan aneka ular. Kemudian ada zona berkuda, aneka burung, zona ikan (arapaima, aligator dan tomang).

“Semuanya jinak dan aman untuk pengunjung,” kata Akbar.

Dikatakan, pengunjung bebas berfoto dengan satwa yang ada. Tentu saja asal tidak menyakiti dan berpotensi membuat satwa sakit. Pengunjung tidak disarankan memberi makan satwa.

Pengunjung juga tidak disarankan menggendong satwa karena berpotensi menimbulkan stres. “Kalau hanya sekadar menyentuh ketika ber-selfie tidak masalah,” kata Akbar yang seorang dokter hewan.

Untuk dapat berswafoto dengan hewan, pengunjung ditarik dana seikhlasnya. Dana yang terkumpul digunakan pengelola untuk biaya pakan hewan koleksi.
Akbar menjelaskan, yang menjadi andalan dan paling diminati adalah zona burung, kura-kura, dan wahana berkuda. “Untuk kuda kami memiliki tujuh ekor. Tiga kuda poni dan empat kuda besar. Itu jadwalnya kami buat bergantian untuk mengantisipasi kuda agar tidak kecapaian,” kata Akbar.

Pihaknya masih melakukan penambahan wahana. Semua wahana berbasis alam. Akan segera dibangun wahana kupu-kupu dan melengkapi wahana kura-kura. “Ada lagi yang mau kami bangun tapi masih kami rahasiakan, untuk kejutan,” ujar Akbar.

Jogja Exotarium terdapat sungai yang dapat dimanfaatkan pengunjung jika ingin menikmati sensasi river tubing. “Kami melihat debit air, jika berbahaya tidak disarankan,” ungkapnya.

Sedangkan fasilitas pendukung, mulai dari pendopo yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat. Ada juga restoran, tempat ibadah serta toilet. Pada tiap kandang disediakan air serta sabun untuk cuci tangan setelah memegang satwa. Selain kesehatan satwa, kesehatan pengunjung juga diperhatikan.

Selama libur Lebaran pengelola membanderol tiket yang biasanya hanya Rp 10.000 menjadi Rp 20.000. Harga tiket tersebut hanya dapat mengakses beberapa wahana. Untuk berkuda, berenang dan terapi ikan ada biaya tambahan Rp 10.000 hingga Rp 20.000. (har/iwa/fn)