KULONPROGO – Pemkab Kulonprogo meluncurkan belabeliku.com untuk mewadahi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Web tersebut diharapkan mampu menaikkan kesejahteraan pelaku UMKM di Kulonprogo.

Meski untuk mewadahi pelaku UMKM Kulonprogo, peluncuran dilakukan di Kota Jogja. “Launching sudah dilakukan dalam forum bisnis Kupas Tuntas Pembangunan Aerotropolis, Kota Baru Wates dan Bedah Menoreh di sebuah hotel di Jogjakarta,’’ kata Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo kemarin.

Selain Hasto, forum tersebut dihadiri Guru Besar UGM Prof Danang Parikesit, dan Direktur Utama Bank BPD DIJ Bambang Setiawan. Hadir pula Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo dan General Manager Bandara Adisutjipto Agus Pandu Purnama.

Pengunjung belabeliku.com diharuskan melakukan pendaftaran (sign up) terlebih dahulu untuk bisa mengakses web tersebut. ‘’Pendaftaran melalui belabeliku.com/register,” kata Hasto.

Launching dilakukan pada forum tersebut agar bisa memberikan informasi kepada investor. Terutama investasi skala nasional dan internasional berkaitan dengan kehadiran bandara.

“Kami ingin menaikkan citra Kulonprogo sebagai tujuan investasi kondusif. Kami juga sosialisasikan kebijakan investasi terhadap investor,” jelasnya.

Kehadiran NYIA memantik investor datang ke Kulonprogo. Dinilai sebagai tujuan investasi potensial. Terbukti dengan naiknya minat investor menanamkan modal di Kulonprogo.

Nantinya akan dibangun aerotropolis sebagai pusat pengembangan bisnis terintegrasi. Ada pula pembangunan Transit Oriented Development (TOD) berbasis mode transportasi umum terintegrasi. Termasuk pembangunan Jalan Bedah Menoreh menuju Borobudur.

“Ada pula pembangunan Taman Raja Nusantara sebagai destinasi baru,” kata Hasto.

Danang Parikesit mengatakan New Yogyakarta International Airport (NYIA) sebagai pusat logistik di Jawa. Punya akses terbang langsung ke luar negeri. “Ini merupakan peluang yang luar biasa untuk menjalankan roda investasi,” kata Danang.

Sedangkan Agus Pandu mengatakan NYIA bisa menampung 14 juta penumpang per tahun. Kapasitas penumpang pada tahap kedua mencapai 25 juta penumpang per tahun.

“Bisa dibayangkan jika satu juta penumpang dilayani 1.000 petugas dan pelayan bandara. Berapa peluang kerja dan usaha yang akan muncul?” kata Agus. (tom/iwa/fn)