KULONPROGO – Pembebasan lahan New Yogyakarta International Airport (NYIA) belum klir, belum kelar, dan belum tuntas hingga kemarin. Masih ada warga yang bertahan enggan pindah dari lokasi pembangunan NYIA. Mereka tetap menolak NYIA.

Namun hal tersebut tidak membuat Angkasa Pura (AP) I pesimistis. AP I tetap optimistis target beroperasinya NYIA bisa tepat waktu pada April 2019. Jika dihitung dari sekarang, tinggal menyisakan sepuluh bulan.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan pembersihan lahan NYIA dan pemadatan landasan pacu sepanjang 3.250 meter, area apron dan terminal akan segera selesai. Rekanan pembangunan fisik bandara termin II juga sudah ada pemenangnya.

“Pembangunan Bandara Ahmad Yani Semarang hanya dikerjakan beberapa bulan. Dan ternyata bisa. Kualitas desain dan bangunan terminal juga bagus,” kata Faik belum lama ini.

Kendati belum disampaikan secara resmi, pemenang lelang pekerjaan NYIA termin II adalah PT Pembangunan Perumahan (PP). PP akan bertanggung jawab untuk pembangunan fisik NYIA.

“Rekanan bertanggung jawab mengerahkan pekerjanya untuk mencapai target. Kami (AP I) tahunya bandara selesai tepat waktu, hasil bagus, dan bisa segera digunakan,” kata Faik.

Lelang termin II bernilai Rp 6,2 triliun. Rekanan akan melakukan pembangunan dalam waktu cukup singkat. “Kami akan pantau untuk memastikan kualitas bangunan sesuai standar,” kata Faik.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan kehadiran NYIA bermanfaat bagi masyarakat Kulonprogo. Banyak lapangan kerja yang akan muncul.

Pemkab Kulonprogo memaksimalkan program pelatihan kerja. Agar bisa meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Kulonprogo berkaitan kebandarudaraan dan nonbandara.

Balai Latihan Kerja (BLK) Kulonprogo telah meluluskan tenaga kebandarudaraan. “Mereka kini bekerja di luar Kulonprogo. Begitu NYIA beroperasi, mereka pulang dengan bekal pengalaman kebandarudaraan,” kata Hasto. (tom/iwa/fn)