JOGJA-Angka kecelakaan masa mudik tahun ini menurun 30 persen. Fakta ini diharapkan dapat menurun terus di masa mendatang. Menurut Kabid Angkutan Dishub DIJ Agus Heri Triyono, salah satu faktor yang menjadi pemicu turunnya angka kecelakaan di antaranya program mudik dan balik gratis.

Kasubdit Multimoda Ditjen Perhubungan Darat Kemhub RI Ahmad Wahyudi mengatakan, program ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pemudik. Selain itu, sebagai sosialisasi meningkatkan penggunaan angkutan umum di masyarakat.  “Kegiatan ini menjadi pantauan utama dari pemerintah saat ini,” ujarnya di sela pemberangkatan  1.200 pemudik peserta program Balik Gratis Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2018 di Terminal Giwangan Jumat (22/6).

Kemenhub sudah melakukan pembinaan dan pelatihan kepada para pengemudi sebelum pelaksanaan mudik dan balik gratis. “Kami wanti-wanti untuk para pengemudi jaga kesehatan dan sopan santun kepada penumpang,” katanya.

Sebanyak 41 bus rombongan dengan tujuan utama Jabodetabek dilepas langsung oleh jajaran Kementerian Perhubungan RI dan Dinas Perhubungan Kota Jogja.  Pelepasan Balik Gratis Kemenhub ini serentak dilakukan juga di Solo, Semarang, dan Purwokerto. Sedangkan optimalisasi moda penyeberangan dilakukan dari Surabaya, Lampung, dan Semarang.

Kadishub Kota Jogja Wirawan Hario Yudho menambahkan, mudik gratis ini sebagai salah satu fasilitas pemerintah untuk mendukung tradisi mudik yang hanya ada di Indonesia. “Mudik bareng, guyub rukun, rukunlah sesama rombongan,” pesannya.

Untuk wilayah DIJ, 286 motor yang dibawa peserta mudik gratis sudah terlebih dahulu diberangkatkan dengan truk. Ratna Sulistyani, 40, asal Temanggung, Jawa Tengah mengaku mudik bersama dua anaknya kali ini terasa lebih mudah dengan fasilitas dari pemerintah ini. Karena prosesnya yang cukup praktis melalui internet dan syarat administrasi yang sederhana yakni KTP dan Kartu Keluarga. “Busnya enak, bersih ,” ujarnya. (tif/din/fn)