Nasib buruk harus diterima PPSM Magelang karena tidak ikut berkompetisi di Piala Indonesia edisi 2018. PSSI memutuskan, klub berjuluk Macan Tidar itu dicoret dari keikutsertaan di kompetisi Liga 3 Nasional 2018.

Dasar hukumnya adalah Surat Edaran PSSI Nomor 531/AGB/941/II-2018 tanggal 7 Februari 2018 perihal ketentuan mengikuti Piala Indonesia tahun 2018 adalah wajib. Namun seperti dikutip dari magelang-football.com, hingga batas akhir pendaftaran klub, PPSM Magelang tak kunjung memberikan kabar keikutsertaannya.

Padahal dijelaskan, klub yang tidak mengikuti Piala Indonesia haknya untuk ikut serta pada Liga 3 tahun 2018 akan dicabut. Namun ternyata PPSM tidak sendirian. Dalam surat bernomor 2533/AGB/310/VI-2018, PSSI juga memutuskan Persih Tembilahan dan Sragen United juga haknya dicabut dari Liga 3 Nasional 2018.

Sebelumnya PPSM Magelang tergabung di grup 4 bersama Persatu Tuban, Persiba Bantul, Sragen United dan Persipur Purwodadi. Dengan absennya beberapa tim tersebut terjadi pergeseran di beberapa grup. Grup 4 yang tadinya berisi lima klub, berubah menjadi 4 klub. Selain Persatu, Persiba dan Persipur, masuk Persijap Jepara sebagai penghuni grup 4.

Padahal, sebelumnya pada pertengahan Maret 2018 lalu atas inisiatif suporter, PPSM meluncurkan jersey yang rencananya akan digunakan pada kompetisi musim 2018. Jersey yang bekerjasama dengan apparel asal Bantul, Reds itu dibuat dalam rangka ulang tahun tim yang memasuki usia 99 tahun.

Ditanyakan terkait dicabutnya hak PPSM berkompetisi di musim 2018 ini, manajemen tim yang berdiri pada 1919 itu tidak memberikan jawaban. Manajer Salafudin tidak menjawab pesan singkat yang dikirim meskipun sudah dibaca. Sedangkan asisten pelatih yang sempat menukangi tim pada ujicoba melawan PSIM Jogja Agus Tri mengaku tidak lagi di dalam tim.

“Mungkin bisa ditanyakan langsung ke manajemen. Setelah kompetisi musim lalu saya sudah di luar tim dan jarang kontak dengan manajemen. Jadi tidak tahu perkembangannya,” katanya kepada Radar Jogja. (riz/din/fn)