DI GUNUNGKIDUL, setiap tahun tingkat kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) tergolong tinggi. Jika dihitung skala global persentase ASN ndablek kecil.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Inspektorat Daerah Gunungkidul Sujarwo usai menghadiri acara halalbihalal pejabat pemkab di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Kamis (21/6).

Dia mengatakan, gambaran kepatuhan ASN salah satunya dapat dilihat usai libur panjang. Misalnya, kemarin pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak). “Hasil sidak secara umum dari tahun ke tahun, tingkat kepatuhan ASN tergolong tinggi yakni berkisar berkisar 98-99 persen. Rata-rata per tahun segitu. Jadi bisa dibilang hanya segelintir yang tidak patuh pada aturan,” ujarnya.

Mereka yang ndablek itu kebanyakan pelanggaran dispilin jam kerja. Masuk jam kantor terlambat atau tidak tepat waktu, sehingga ke depan harus ditertibkan agar jangan sampai menjadi contoh tidak baik.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul Drajat Ruswandono akan menyampaikan hasil sidak ASN jika semua data sudah masuk. Gambaran awal, kata dia, secara umum tingkat kedisiplinan pegawai tergolong baik.

“Keterlambatan jam kerja ASN hari ini (21/6) bisa dimaklumi. Namun dengan toleransi keterlambatan waktu 15-30 menit,” Kata Drajat.

Mantan Sekwan DPRD Provinsi DIJ itu menyebut, tahun ini masih memberi toleransi adanya keterlambatan masuk jam kerja. Hanya, untuk tahun depan pihaknya mengancam potong tunjangan kerja bagi ASN yang masih terlambat.

“Ke depan akan diberlakukan aturan jika ada ASN tidak disiplin maka berpengaruh dengan tunjangan kinerja dan penundaan kenaikan pangkat,” tegasnya.

Disinggung mengenai acara halalbihalal pejabat pemkab, kata Drajat, kegiatan bermaaf-maafan tersebut tidak mengganggu aktivitas pelayanan masyarakat. Contoh, di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul aktivitas tetap berjalan normal.

“Kami ingin pelayanan terhadap masyarakat berjalan dengan optimal,” kata Kepala Disdukcapil Gunungkidul Eko Subiantoro. (gun/ila/fn)