SLEMAN – Pemkab Sleman mengambil langkah taktis gunamenyikapi tragedi kecelakaan Jip wisata di kawasan volcano tour Merapi beberapa waktu lalu Rabu (20/6) petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman bersama polisi memeriksa Jip wisata yang melintas di beberapa rute volcano tour. Tak kurang 30 pool komunitas Jip wisata di wilayah Pakem dan Cangkringan juga menjadi sasaran petugas.

Setiap kendaraan diuji secara teknis dan diperiksa kelengkapan surat-surat administrasinya. Berikut sopir yang mengendarai.

Kabid Lalu Lintas Sulton Fatoni mengungkapkan, ada lima kendaraan tak laik jalan. Para pemilik kendaraan tersebut langsung ditegur dan diminta tidak mengoperasikan Jip wisata sebelum diperbaiki.

“Jip tak laik pakai sudah dikandangkan. Beberapa pengemudi ditilang polisi karena tak bisa menunjukkan SIM atau STNK,” ujar Sulton Kamis (21/6).

Sulton tak menampik masih banyak pemilik maupun operator Jip wisata yang tak patuh aturan lalu lintas maupun kelaikan kendaraan. Sebagaimana penyebab kecelakaan yang menewaskan seorang wisatawan pada Selasa (19/6), yang disebabkan stir kemudi Jip rusak.

Menurut Sulton, konstruksi Jip wisata tak ada yang berbeda dengan kendaraan pada umumnya.

Paling utama adalah sistem kemudi, roda, suspensi, dan rem. Juga kelengkapan sabuk pengaman, serta helm dan roll bar sebagai pelindung bagi penumpang.

Sesuai rencana, setiap Jip wisata akan diuji teknis, mirip kir kendaraan angkutan. Setiap Jip wisata yang lolos uji akan dipasang stiker. Setiap kendaraan juga wajib diujikan secara berkala setiap enam bulan sekali. “Kalau berjalan efektif, uji kendaraan wisata bisa diperpendek jadi empat bulan sekali,” kata Sulton.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Timur Bambang Sugeng berharap, pemeriksaan kendaraan wisata oleh pemerintah maupun pihak berwenang dijalankan rutin. Menurutnya, keterlibatan pihak di luar asosiasi sangatlah penting.

Babe,  sapaannya, tidak menyangkal sulitnya mengawasi seluruh anggotanya. Apalagi saat ini tak kurang 800 armada tergabung dalam 29 komunitas Jip wisata volcano tour Merapi. AJWLM pun telah mewajibkan setiap ketua komunitas untuk rutin memeriksa armada setiap anggota. Namun, dengan alasan keterbatasan personel, AJWLM tidak bisa memantau langsung pemeriksaan kendaraan anggota oleh masing-masing pengurus.

“Razia ini membuat kami lebih mudah mengawasi armada yang beroperasi. Sebenarnya kami sudah punya prosedur standar operasional baku,  tapi memang pengawasannya tidak mudah,” katanya.

Babe menjabarkan, standar minimal Jip wisata meliputi: lampu utama, lampu sign, lampu rem, pelat nomor, ban serep, dan klakson. Sedangkan standar minimal keselamatan kendaraan, di antaranya, roll bar, sabuk pengaman, helm penumpang, dan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Selain itu, setiap pengemudi wajib memiliki SIM A.

“Standar maksimal kecepatan 40 Km/jam. Ini demi menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan. Jumlah penumpang maksimal empat orang dewasa,” jelasnya.  (dwi/yog/fn)