Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) sisi barat Dardiri menyayangkan masih ada kecelakaan angkutan wisata di wilayahnya. Sejatinya pihaknya telah memberikan arahan hingga teguran jika ada pelayanan yang buruk. Baik kelengkapan hingga keselamatan dalam berkendara.

Terkait kecelakaan Selasa siang (19/6), pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang. Termasuk jika ditemukan pelanggaran kelengkapan dan keselamatan kendaraan. Terlebih dalam kecelakaan itu ada indikasi kerusakan komponen kendaraan.

“Secara teguran terus menerus dan sudah kami beri standar operasional. Untuk pengecekan kendaraan sifatnya wajib oleh setiap ketua komunitas,” tegasnya Rabu (20/6).

AJWLM sendiri kerap menggelar pertemuan rutin dengan ketua komunitas pemilik jasa kendaraan wisata. Tujuannya untuk membahas dan evaluasi pelayanan kepada wisatawan. Upaya ini untuk menghindari adanya kecelakaan akibat kurang sigapnya pengendara maupun kelengkapan kendaraan wisata.
Dia mengakui pihaknya kerap menerima teguran dari Pemkab Sleman. Terlebih pada awal tahun juga sempat terjadi kecelakaan kendaraan wisata. Hingga lahir solusi wajib mengenakan perlengkapan keamanan dan rute yang aman.
“Di sinilah peran ketua untuk mengawasi armadanya. Sebelum beroperasi, setiap pagi wajib dicek kendaraannya. Jangan sampai rusak saat beroperasi, kan bahaya untuk wisatawan,” katanya.

Terkait kecelakaan yang menyebabkan korban Enny Fatmawati asal Bogor meninggal dunia dan lima penumpang lainnya terluka, menurutnya akibat kerusakan setir kemudi. Kecelakaan itu terjadi saat Jeep Willys H 8010 AB yang dikendarai Teguh Nugraha, 42, melaju di Dusun Tangkisan, Umbulharjo, Cangkringan. Saat itu kendaraan melaju perlahan karena kontur jalan bukanlah aspal.

Sayangnya mendekati lokasi kejadian, setir kemudi tidak bisa dibelokkan. Alhasil jip yang membawa lima wisatawan itu terjun ke ledok sedalam empat meter. Nyawa ibu dari anak yang masih kecil-kecil itu tak tertolong, meski telah menggunakan perangkat keselamatan.

“Penumpang sudah menggunakan helm sejak awal rute. Administrasi surat lengkap, baik surat kendaraan maupun SIM. Dalam waktu dekat akan dikumpulkan lagi pengurus dan sopir-sopirnya, agar kejadian seperti ini tidak terulang,” katanya. (dwi/cr6/fn)